Jumat, 23 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pemerintah Daerah Wajib Mencermati Angka Penularan Covid-19

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Selasa, 1 September 2020 | 21:45 WITA Tag: ,
  Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat mengikuti Ratas dengan Presiden RI Joko Widodo yang digelar secara virtual, Selasa (1/9/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah daerah wajib untuk mencermati angka penularan Covid-19. Ini merupakan instruksi Presiden RI Joko Widodo saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) yang diikuti oleh seluruh gebernur, (1/9/2020).

“Presiden menginstruksikan pemerintah daerah supaya mencermati angka-angka penularan Covid-19 agar tidak terjadi peningkatan kasus yang signifikan,” jelas Wagub Idris Rahim yang mewakili gubernur Gorontalo pada Ratas yang membahas penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Berdasarkan perkembangan kasus harian per 31 Agustus 2020 secara nasional, jumlah kasus sembuh mencapai 72,1 persen dan kasus meninggal 4,2 persen. Sedangkan untuk Provinsi Gorontalo persentase kesembuhan lebih tinggi, di mana hingga 31 Agustus 2020 dari total 2.054 kasus, sebanyak  1.795 orang di antaranya sembuh atau mencapai 87,3 persen. Sementara persentase jumlah kasus meninggal sebesar 2,6 persen atau sebanyak 54 kasus.

BACA  Ketua DPRD Tinggalkan Ruang Rapat, Ingin Tahu Kenapa?

“Untuk penanganan Covid-19, bapak Presiden meminta agar protokol kesehatan disosialisasikan terus menerus, utamanya pemakaian masker harus diawasi di lapangan, termasuk melakukan kampanye yang melibatkan PKK dan tokoh-tokoh masyarakat, serta diikuti dengan pemberian sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku,” terang Wagub.

BACA  Pemerintah Siapkan Aturan Penyebaran Vaksin Agar Tepat Sasaran

Lebih lanjut Wagub Idris Rahim menuturkan instruksi Presiden agar seluruh pemerintah daerah mempercepat belanja pemerintah guna menjaga agar pertumbuhan ekonomi pada triwulan tiga tahun 2020 tidak terkontraksi lebih dalam. Berdasarkan data Kementerian Keuangan hingga triwulan dua tahun 2020, tiga provinsi yang pertumbuhan ekonominya tinggi yaitu Papua sebesar 4,52 persen, Papua Barat 0,53 persen, dan Sulawesi Tengah -0,06 persen. Sedangkan tiga provinsi terendah yaitu Bali -10,98 persen, DKI Jakarta -8,22 persen, serta DI Yogyakarta -6,74 persen.

BACA  Aleg Gorontalo Utara Pertanyakan Tindak Lanjut Rekomendasi DPRD

“Presiden menegaskan percepatan penyerapan anggaran, masih ada waktu satu bulan pada triwulan tiga ini untuk menjaga jangan sampai terkontraksi lebih dalam yang akan berakibat terjadinya resesi di Indonesia,” tandas Wagub Idris Rahim.(adv/rwf/hg)


Komentar