Minggu, 3 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pemerintah Pastikan Belum Ada Kasus PMK di Kabupaten Gorontalo

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo , pada Jumat, 27 Mei 2022 | 02:05 Tag: ,
  Salah satu hewan Ternak milik Warga di Kabupaten Gorontalo. (Foto: Sucipto Mokodompis/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo memastikan hingga saat ini belum ada hewan ternak yang terdeteksi telah terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) di daerah itu. Meski begitu, sejumlah tindakan terus dilakukan guna mewaspadai hal tersebut.

Asriana Dunggio, Medik Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gorontalo mengatakan, pihaknya selalu melakukan pencegahan penyakit menular secara reguler. Tak saja untuk sapi, tapi juga untuk hewan lain seperti Kambing dan anjing.

“Sampai saat ini belum ada. Ciri khas dari PMK ini adalah mulut dengan kuku, jadi ketika ada yang melaporkan kasus seperti itu, kita langsung cek. Dan sejauh ini belum ada laporan, yang kita tangani hanya demam biasa,” kata Asriana Dunggio saat diwawancarai Hargo.co.id.

Selain melakukan pemantauan dan pencegahan secara reguler, lanjut Asriana Dunggio, pihaknya juga melakukan pengawasan lalulintas ternak yang dipindahkan dari satu wilayah ke wilayah lain. Hal tersebut untuk mempermudah tindakan pendeteksian terhadap hewan ternak.

“Kami juga mengeluarkan aturan dari hasil rapat koordinasi provinsi bahwa untuk ternak yang akan dikeluarkan dari kabupaten Gorontalo ke luar Provinsi, itu harus di karantina. Tindakan pencegahan ini kita lakukan karena PMK ini rentan menular dari hewan ke hewan,” kata Asriana Dunggio.

Dirinya menjelaskan, proses karantina yang berlangsung selama 14 hari tersebut untuk memastikan hewan yang dipindahkan ke daerah lain sedang dalam kondisi sehat dan tidak menularkan virus.

“Mengapa 14 hari, karena itu adalah masa inkubasi virus. Itu harus kami lakukan untuk hewan yang keluar lewat darat maupun laut. Kalau di kabupaten Gorontalo itu karantinanya di masing masing tempat pemilik ternak. Kalau hewan yang masuk itu otoritasnya ada di Provinsi,” katanya menerangkan.

Dirinya menghimbau masyarakat agar jangan menjual hewan ternak yang sakit dan segera melaporkan hal tersebut ke petugas. 

“Yang penting adalah kebersihan kandang dan hewan. Karena  virus itu berada di tempat-tempat yang kotor. Selain itu manajemen pakan juga harus diperbaiki, karena virus ini hanya mengandalkan daya tahan tubuh hewan,” katanya menandaskan.(*)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 23 times, 1 visits today)

Komentar