Jumat, 3 April 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pemkab Gorontalo Matangkan Persiapan Peringatan Hari Patriotik

Oleh Mufakris Goma , dalam Advertorial Kab. Gorontalo , pada Kamis, 16 Januari 2020 Tag:
  


Hargo.co.id GORONTALO – Persiapan upacara peringatan hari patriotik 23 Januari tingkat Kabupaten Gorontalo kian dimatangkan. Buktinya, Pemkab Gorontalo kembali menggelar rapat pembahasan agenda tahunan bagi warga Gorontalo yang rencananya akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Rabu (16/01/2020) kemarin, di ruang Madani Kantor Bupati Gorontalo.

Dari rapat yang dipimpin langsung Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo itu terungkap jika persiapan peringatan upacara 23 Januari yang merupakan hari bersejarah bagi warga Gorontalo itu, mendekati 100 persen. Pada rapat itu pula, persiapan kedatangan Menpora, Zainudin Amali turut dibahas.

“Allhamdulilah. Persiapan peringatan hari patriotik 23 Januari, sudah hampir 100 persen. Pada rapat tadi, kami juga membahas persiapan kedatangan pak Menpora,” ungkap Bupati Nelson kepada sejumlah awak media dan menambahkan bahwa kegiatan ini telah dikoordinasikan pihaknya dengan pemerintah kabupaten/kota se Gorontalo hingga ke tingkat provinsi.

“Perlu saya sampaikan pula, acara ini telah kami koordinasikan kepada seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Gorontalo,” ucap Nelson.

Dikatakannya, peringatan hari patriotik tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ya, lanjut Bupati Nelson, selain akan dirangkaikan dengan peringatan deklarasi berdirinya Provinsi Gorontalo yang usianya sudah menginjak usia 20 tahun, pihaknya juga akan menggelar teatrikal dan sejumlah pementasan seni, seperti tari mopotilolo.

“Bukan hanya itu saja, kami juga akan menggelar ziarah ke makam pejuang nasional alm. Nani Wartabone,” tandas Bupati Nelson.

“Rencananya, kami juga akan mengelar temu kangen para tokoh yang terlibat pada perjuangan berdirinya Provinsi Gorontalo. Di acara temu kangen itu pula, para tokoh-tokoh tersebut akan diberikan kesempatan untuk menyampaikan kenangan ketika berjuang hingga Gorontalo menjadi sebuah Provinsi,” sambungnya.(adv/vyr/hg)