Kamis, 13 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pemkab Gorontalo Segera Terapkan Sistem QRIS Saat Bertransaksi

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial Kab. Gorontalo , pada Selasa, 9 Maret 2021 | 23:05 WITA Tag: , , , ,
  Hadijah U. Tayeb saat menerima kunjungan dari Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Gorontalo, Budi Widi Hartanto, di ruang Kerja Sekda Kabgor, Selasa (09/03/21). (Foto: Humas Kominfo Kabgor)


Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo menerima kunjungan dari Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Gorontalo, Budi Widi Hartanto.

Budi Widi Hartanto yang didampingi beberapa stafnya, diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo, Hadijah U. Tayeb di ruang Kerjanya, Selasa (09/03/21).

Diwawancarai usai menerima kunjungan tersebut Hadijah U. Tayeb mengatakan, Tujuan kedatangan pihak BI dalam rangka untuk menerapkan transaksi digital dengan mengunakan program Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

QRIS sendiri merupakan penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) dengan menggunakan QR Code. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan BI agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

BACA  Datang ke Gorontalo, Jusuf Kalla Akan Lantik Pengurus DMI 

Semua Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRIS

Hadijah U. Tayeb menjelaskan program ini sangat baik untuk mengantisipasi jika lupa membawa uang tunai. Melalui program QRIS ini, kata Hadijah U. Tayeb, masyarakat bisa berbelanja tanpa menggnakan uang tunai.

“Tidak perlu menyiapkan uang tunai, transaksi dapat dilakukan dengan mengunakan Barkode yang telah diaplikasikan di Handphone kita. Tinggal scan barkodenya kemudian cantumkan nominal harga pembelian, setelah itu selesai,” tutur Hadijah U. Tayeb

BACA  Prestasi IPTU M. Atmal Fauzi Dapat Apresiasi Dari Wagub Gorontalo

Selain untuk mengantisipasi jika lupa membawa uang tunai, transaksi dengan menggunakan Sistem QRIS tersebut juga dapat membuat masyarakat bertransaksi dengan aman tanpa rasa khawatir dengan tindakan pencurian.

“Karena uang tunai di saat sekarang ini rentan sekali dengan penjambretan. Tapi kalau menghunakan aplikasi insya allah akan aman dan mudah dalam melakukan transaksi,” ujar Hadijah U. Tayeb

Berdasarkan pembicaraan dengan BI, lanjut Hadijah U. Tayeb, Dalam waktu dekat pihak BI akan melakukan sosialisasi kepada setiap ASN, UMKM kemudian kepada masyarakat umum. Sosialisasi tersebut akan dilaksanakan BI melalui Pemerintah Daerah.

BACA  Pemberitaan Sesuai KEJ, Pers Jembatani Komunikasi Pemerintah dan Masyarakat

Kepala BI Perwakilan Provinsi Gorontalo, Budi Widi Hartanto menambahkan, Pembentukan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah(TP2DD) yang belum terbentuk akan di loucing pada 5 april tahun 2021 oleh Presiden RI.

“Jadi TP2DD ini akan mempercepat pengunaan aplikasi transaksi elektronik pemerintah di dalam mengunanakan masyarakat untuk bisa mengakses pajak daerah termasuk pengeluaran secara non tunai.” Pungkasnya. (hiu/adv/hargo)


Komentar