Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pemkot Kotamobagu Pelajari Pengelolaan Pasar Digital di Kabupaten Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial Kab. Gorontalo , pada Jumat, 23 Oktober 2020 | 21:05 WITA Tag: , ,
  Pose bersama PJs. Bupati Gorontalo, Mitran Tuna didampingi Kadis Kominfo, Haris Tome foto bersama rombongan Pemkot Kotamobagu. (Foto Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Inovasi Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam menyiasati perdagangan dimasa pandemi patut diacungi jempol. Dengan cepat, Pemkab melalui Dinas Komunikasi dan Informasi melahirkan Sistem Pasar Rakyat Digital (Sipardi) yang kini telah dinikmati masyarakat.

Kesuksesan Pemkab melahirkan Sipardi ini menarik perhatian jajaran Pemkot Kota Mobagu Sulawesi Utara untuk belajar tentang pasar online itu. Kamis (22/10/2020) rombongan Pemkot Kotamobagu diterima di ruang kerja bupati.

“Alhamdulillah tadi kita mendapat kunjungan wakil Walikota dan Ketua DPRD Kota Kotamobagu, kunjungan ke Kabupaten Gorontalo. Mereka ingin study tiru soal pasar Digital kita. Ini tentu jadi kebanggaan, dan tadi pak Kadis Kominfo sudah memberikan penjelasan secara detail,” ungkap Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Gorontalo Mitran Tuna.

BACA  Masuk Tahap Finalisasi, Pansus I Target Paripurna Ranperda Pekan Depan

Di tempat terpisah Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo Haris S Tome mengatakan ketertarikan Pemkot pada Sipardi tentunya menjadi semangat bagi Diskominfo. Walaupun dirinya mengakuiSipardi ini masih jauh dari kata sempurna. Karena itulah saat ini pihaknya terus memperbaiki kelemahan-kelemahan pasar online ini.

“Saya sudah menyampaikan sistemnya sementara dilakukan pengembangan. Oleh tim IT yang terdiri dari anak-anak muda kreatif, dan digawangi Eko Nasaru dan kawan-kawan,” ungkap Haris.

BACA  Viral Video Angin Puting Beliung, Kepala BPBD Ingatkan Warga

Bahkan ungkap Haris, Sistem perangkat Sipardi ini bakal diperbaharui lagi, dan rencananya akan di resmikan kembali.

“Sebenarnya kita belum mau publikasikan, awalnya kuta rencanakan. Tapi karena ada kunjungan ini maka kita jelaskan. Tadi juga kita mengulas sistem yang kami bangun di Sipardi. Intinya sistem ini kami buat untuk membatasi pertemuan pembeli dan penjual dalam platform atau Market Digital,” terang Kadis Kominfo.

BACA  Isu Pencoretan Pasangan Hamim Pou-Merlan Uloli Hanya Hoax

Ke depan lanjut Haris, Sipardi akan dibuat lebih fleksibel lagi. Sebagai bocoran, jika sebelumnya sistem pembayaran masih COD atau Cash On Deliveri, maka pada pengembangannya nanti pembayaran bisa secara digital.

Kedua, jika sebelumnya Sipardi mendatangi penjual secara manual, maka akan dilakukan pendataan kembali, dan diharapkan pedagang dilakukan secaraOnline.

“Insya Allah bisa dilakukan seperti itu. Kalau kita lihat ada ketertarikan (Pemkot) dengan sistem pasar rakyat digital ini, nanti perkembangannya akan kita tindak lanjuti lagi,” pungkas Dia.(nat/hg)


Komentar