Selasa, 15 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pemprov Bantu Warga Korban Banjir di Boliyohuto

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Kamis, 6 Agustus 2020 | 23:05 WITA Tag: , , ,
  Wagub Gorontalo Idris Rahim (Kanan) saat menyerahkan bantuan kepada pemerintah Kecamatan Boliyohuto yang nantinya akan diteruskan ke warga yang terdampak banjir, Rabu (5/8/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Pemprov Gorontalo membantu warga yang menjadi korban bencana banjir bandang di Desa Tilote, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo. Bantuan diserahkan Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idris Rahim kepada Camat Boliyohuto Isnawati Nurdji dan Kepala Desa Tolite Usman Djamalu, Rabu (5/8/2020).

Bantuan yang bersumber dari BPBD Provinsi Gorontalo itu berupa 20 karton mie instan, 20 karton air mineral dan beras lima Koli. Ada juga minyak goreng dua dus, garam lima bal, tikar, selimut dan paket sandang masing-masing 20 paket.

BACA  Dari Pertemuan Wagub dengan BPS, Sensus Penduduk Jilid II Segera Digelar

“Pagi ini saya menyerahkan bantuan dari pemerintah provinsi untuk korban banjir di Desa Tolite ini. Kami berharap bisa sedikit membantu meringankan beban warga korban banjir,” ucap Wagub Idris.

Banjir di Tolite merendam ratusan rumah warga setinggi dada orang dewasa hingga atap rumah pada Senin kemarin. Air Sungai Paguyaman meluap karena belum selesai dibangun tanggul.

BACA  Gemilang, Nelson Pomalingo Catat 53 Penghargaan

“Berdasarkan laporan, banjir ini disebabkan tanggul yang belum selesai dibangun oleh Balai Wilayah Sungai sepanjang 1,2 kilometer. Oleh karena itu kami mengharapkan kepada Pak Bupati untuk mengusulkan ke Balai Wilayah Sungai supaya diprogramkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tolite Usman Djamalu menyebut banjir berdampak pada 274 kepala keluarga atau 873 jiwa. Warga sempat mengungsi di posko pengungsian di halaman rumah kepala desa, namun pada Rabu pagi sudah kembali ke rumah masing-masing.

BACA  Mendaftar di KPU, Paslon Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

“Ada sekitar enam kilometer desa kami yang terendam. Tingginya bervariasi tergantung ketinggian. Ada yang atap rumah dan ada juga setinggi dada orang dewasa,” jelasnya.

Pihaknya mengapresiasi bantuan yang diserahkan pemerintah provinsi maupun kabupaten. Ia menilai bantuan apapun sangat diharapkan karena warga kesulitan air bersih untuk memasak, mandi dan mencuci. (adv/rwf/hg)


Komentar