Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pemprov Jawa Timur Gelar Misi Dagang Dan Investasi di Gorontalo

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 31 Maret 2022 | 17:35 Tag: , , , ,
  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melihat kain karawo sulaman khas Gorontalo yang dipamerkan pada kegiatan misi dagang dan investasi di Hotel Maqna, Kota Gorontalo, Kamis (31/03/2022). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan misi dagang dan investasi di Provinsi Gorontalo, Kamis (31/03/2022).

Dalam kegiatan yang berlangsung di Maqna Hotel Kota Gorontalo dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat itu, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim menyampaikan pihaknya berharap kegiatan tersebut bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo dan Jawa Timur.

“Misi dagang dan investasi ini bermanfaat bagi kedua provinsi untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ucap Idris Rahim dalam sambutannya

Berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari kedua daerah dipamerkan pada kegiatan tersebut. Pelaku UMKM dari Gorontalo menampilkan kain sulaman karawo, upiah karanji, serta berbagai produk pengan lokal. Sedangkan dari Provinsi Jawa Timur menghadirkan batik Gentongan, batik Bojonegoro, produk ecoprint, benih buah-buahan, jamu, hingga produk kosmetik.

“Pemprov Jawa Timur memilih Gorontalo menjadi tempat untuk misi dagang dan investasi karena prioritas pembangunan kedua daerah ini sama, yaitu di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, peternakan, serta perindustrian dan perdagangan,” tambah Idris Rahim.

Sementara itu dalam kesempatannya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang hadir langsung membuka kegiatan itu mengatakan, misi dagang dan investasi merupakan upaya Pemprov Jatim dalam membangun konektivitas dan jejaring dengan provinsi lain di Indonesia. Ia mengungkapkan nilai transaksi perdagangan Jawa Timur untuk antar pulau dan antar provinsi pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp236 triliun.

“Kebutuhan jagung di Jawa Timur luar biasa karena hampir 50 persen pakan ayam itu dari jagung, sedangkan Gorontalo kita kenal sebagai produsen jagung. Gorontalo punya bahan bakunya, Jawa Timur punya manufakturnya, sehingga itu harus kita bangun sinergi dan kolaborasi,” tutur Khofifah Indar Parawansa.

Pada pembukaan misi dagang dan investasi tersebut, Pemprov Jawa Timur dan Gorontalo menandatangani nota kesepahaman yang diikuti dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah kedua provinsi.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 23 times, 1 visits today)

Komentar