Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pemprov Pastikan Hewan Kurban Bebas Antraks 

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 21 Agustus 2018 | 10:00 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Wabah antraks yang menyerang sebagian ternak sapi di Gorontalo tahun lalu, sempat mengkhawatirkan warga, apalagi jelang Idul Adha. Terkait dengan itu, pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo melalui Dinas Pertanian telah melakukan pengawasan dan pemeriksaan antemortem di berbagai tempat. Hasilnya, negatif. Pemprov memastikan Idul Adha 1439 Hijriah besok, wabah antraks tak adalagi.

Kepala dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Dr.Mulyadi D.Mario mengatakan tim pengawasan hewan kurban, sejak Senin (20/8) telah mulai melakukan pemeriksaan antemortem di semua lokasi penampungan hewanyang ada di wilayah Provinsi Gorontalo, untuk memastikan semua hewan kurban bebas penyakit terutama penyakit zoonosis (anthraks).

“Karna sejak Oktober 2017 sampai sekarang ini tidak ada lagi laporan kasus penyakit anthraks, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir ketika melakukan pemotongan hewan kurban dan mengonsumsi hewan kurban,”ujar Mulyadi.

BACA  Atasi Covid-19, Gubernur: Upaya Pemerintah Sia-sia, Jika Masyarakat Bandel

Setelah pemeriksaan antemortem tim pengawas hewan kurban akan melanjutkan pemeriksaan postmortem pada hari H pelaksanaan kurban, dengan memeriksa bagian organ-organ tubuh hewan, sehingga jika terdapat kerusakan jaringan maka akan dilakukan pengafkiran bagian organ.

“Ada tim khusus yang kami turunkan untuk memeriksa hewan kurban. Kalau ada yang mencurigakan, akan langsung diamankan,” ujarnya.

Pemeriksaan kesehatan hewan perlu dilaksanakan untuk memastikan hewan kurban sehat dan memenuhi syarat syariat kurban sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam mengkonsumsi daging kurban yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).

Sementara itu, Dinas Pertanian juga melakukan bimbingan teknis kepada para taqmirul mesjid, juru sembelih dan tim pengawas hewan kurban se Gorontalo.

BACA  Konsisten Aturan, Gubernur Tolak Kegiatan Idah Syahidah

“Kita sampaikan, bagaimana syarat-syarat hewan kurban, tips memilih hewan kurban sehat,serta tata cara menyembelih hewan kurban sesuai syariat agama Islam dan aspek teknis kesehatan hewan serta kesehatan masyarakat veteriner,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala seksi pencegahan dan pengendalian penyakit menular Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dr. Irma Cahyani mengungkapkan meski sampai saat ini kasus antraks belum ditemukan. Namun masyarakat tetap harus waspada. Sebab di tahun 2017 lalu, kasus antraks sempat menyerang Gorontalo.

“Meski tahun ini kita belum mendapat laporan terkait kasus antraks. Bukan berarti itu tidak mungkin terjadi. Kita tetap harus waspada. Mewaspadai gejalah yang timbul dan ketika terjadi gejalah segara periksakan hewan tersebut ke dokter hewan. Begitu pula dengan masyarakat, ketika terjadi gejalah antraks segera melakukan pemeriksaan di pelayanan kesehatan,” ucap dr. Irma Cahyani.

BACA  Corona ‘Memukul’ Pertumbuhan Ekonomi di Gorontalo

Untuk meminimalisir terjadinya kasus antraks, maka masyarakat diminta untuk mengolah daging kurban dengan baik. Dimasak dengan benar-benar matang, sehingga kuman atau parasit antraks bakteri yang terkandung di dalam daging bisa mati.

“Begitu pula proses penyimpanan daging. Itu memerlukan perhatian khusus. Bagaimana menyimpan daging yang baik dan benar, sehingga terjaga kesegarannya dan tidak menimbulkan bakteri,” terangnya.

“Kami mengimbau kepada para penyembelih hewan agar memperhatikan kebersihan lingkungan ketika proses penyembelihan, baik itu darah maupun sisa-sisa hasil pemotongan yang bisa menimbulkan penyakit ketika tidak ditangani dengan baik,” tandas dr. Irma. (tro/ndi/gp/hg)


Komentar