Selasa, 2 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pemprov Targetkan Pembangunan Secaba TNI-AD Dimulai Maret

Oleh Sri Aprilia Mayang , dalam Gorontalo , pada Kamis, 11 Februari 2021 | 05:05 WITA Tag:
  Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim bersama Danrem saat rapat koordinasi. (Foto Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Pemprov Gorontalo menargetkan pembangunan Sekolah Calon Bintara (Secaba) TNI-AD, akan dimulai pada Maret 2021 mendatang. Hal ini pun terungkap pada saat rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wagub Idris Rahim bersama dengan Danrem 133 Nani Wartabone, Brigjen TNI Bagus Antonov Hardito, yang dilaksanakan di aula rumah jabatan Gubernur Gorontalo, Selasa (09/02/2021).

Dikatakan Wagub Idris Rahim, pihaknya sudah memastikan tidak ada kendala lagi dalam persoalan pengadaan tanah untuk pembangunan. Bahkan dari pihak pemilik Hak Guna Usaha (HGU), sudah menyepakati dan mendukung rencana pembangunan Secaba TNI-AD, yang berada di belakang Kodim Kabupaten Gorontalo.

BACA  Program Penanganan Covid-19 di Gorontalo Dievaluasi

“Pemprov Gorontalo sudah menyiapkan lahan seluas 40 hektar untuk pembangunan Secaba. Sejauh ini, pemilik HGU sudah menyepakati dan mendukung rencana ini di lahan HGU PT. Tilata. Jadi, tidak ada lagi kendala dalam pengadaan lahan. Kita tinggal menunggu penyesuaian RTRW dan Renstra Pemkab Gorontalo, yang diharapkan dalam minggu ini selesai,” ungkapnya.

BACA  Wagub Terima Kunjungan Kakanwil DJPb Provinsi Gorontalo Yang Baru

Tak hanya itu saja, kata Wagub Idris Rahim, dijadwalkan dalam pekan ini akan melakukan pengukuran tanah di lokasi pembangunan Secaba, dan ditargetkan akan dimulai pada Maret 2021.

“Kami sudah targetkan pembangunan Secaba akan dimulai pada Maret 2021. Oleh karena itu, perlu langkah-langkah percepatan untuk penyiapan lahannya hingga pengukuran tanah,” kata Idris.

BACA  Bahas Metode Pengadaan Barang dan Jasa, Gubernur Gorontalo Temui LKPP

Disisi lain Wagub Idris Rahim pula menegaskan agar semua persyaratan dan dokumen termasuk Analisis Dampak Mengenai Lingkungan (AMDAL), dapat diperhatikan dengan sebaik-baiknya.

“Studi kelayakan Amdal serta persyaratan dan dokumen pengadaan tanah, itu tolong diperhatikan sesuai tata urutan dalam aturan perundangan-undangan yang berlaku,” pintanya. (adv/lya/hargo)


Komentar