Sabtu, 27 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pemuda Asal Sulteng Diamankan Polisi, Ingin Tahu Kenapa?

Oleh Zulkifli Tampolo , dalam Metropolis , pada Selasa, 1 Oktober 2019 | 02:28 AM Tag: , , ,
  Seorang pemuda asal Sulawesi Tengah (Sulteng), ADP alias Arya (Tengah) saat dijemput anggota Kepolisian. (F. Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Diduga melakukan penghinaan terhadap Bhayangkari, seorang pemuda asal Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) diamankan oleh Polda Gorontalo. Informasi yang dirangkum Hargo.co.id, diamankannya seorang pemuda asal Buol yakni ADP alias Arya (19), warga Kelurahan Leok, Kecamatan Biawu, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) berawal dari komentar di media sosial Facebook pada Jumat (27/09/2019) sekitar pukul 08.00 Wita, dimana dalam komentar tersebut Arya menuliskan kata-kata ‘Bage Polisi pe istri jo cmn 6 bulan penjara kwa, dari pada istri sendiri’.

Atas komentar tersebut, anggota Intelkam Polres Gorontalo Kota yang mendapatkan telfon dari anggota Unit Reskrimsus bersama anggota Resmob Polda Gorontalo, kemudian melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan Arya. Pada Sabtu (28/09/2019) sekitar pukul 14.30 Wita, ADP alias Arya langsung dijemput oleh anggota Intelkam Polres Gorontalo Kota di depan Rumah Sakit Siti Khadijah Kota Gorontalo dan kemudian digiring ke Polda Gorontalo.

Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Rachmad Fudail, MH melalui Kabid Humas AKBP Wahyu Tri Cahyono,SIK membenarkan informasi tentang diamankannya seorang pemuda asal Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), yang juga tercatat sebagai mahasiswa semester III di salah satu perguruan tinggi di Gorontalo.

Video

“Yang bersangkutan diamankan terkait unggahan konten atau komentar yang bermuatan ujaran kebencian terhadap Bhayangkari yang diposting menggunakan akun Facebook Danu Syahrain dengan kalimat ‘Bage Polisi pe istri jo Cuma 6 bulan penjara kwa drpd istri sendiri’, melalui komentar pada status ‘Rupa so viral ini suami ba perkosa istri di penjara 12 tahun sedangkan bini orang 6 bulan’. Terhadap pelaku, sudah meminta maaf dan membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya serta wajib lapor,” pungkas Alumnus Akpol 1998 ini, Senin (30/09/2019). (kif/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar