Sabtu, 5 Desember 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Penanganan Covid-19 di Indonesia Makin Baik

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Gorontalo , pada Selasa, 20 Oktober 2020 | 19:05 WITA Tag: ,
  Ilustrasi Covid-19. Foto: diambil dari covid19goid


Hargo.co.id, GORONTALO – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Brotoasmoro menyatakan, perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia semakin menunjukkan hasil yang baik.

Data per 18 Oktober 2020 saja menunjukkan hasil tracing yang dilakukan pemerintah menyatakan dari 2,5 juta orang yang diperiksa, 86% diantaranya negatif Covid-19.

“Namun 14% (dari 2,5 juta orang) diantaranya positif Covid-19. Artinya dari 10 yang dites, 8 negatif dan 2 positif,” kata Reisa, saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Senin (19/10/2020).

Hasil itu, katanya, merupakan bentuk dari upaya tracing atau pelacakan kasus yang dilakukan pemerintah. Dan itu berkat ratusan tenaga kesehatan, relawan termasuk kerjasama dari masyarakat.

BACA  Sebanyak 7.300 Dosis Vaksin Covid-19 Segera Disuplai ke Gorontalo

Upaya gotong royong itu, lanjut Reisa, berhasil menemukan 1.347 kelompok penyebaran atau klaster. Secara total kini sudah ada lebih dari 4 juta spesimen yang diperiksa di 377 laboratorium di Indonesia.

“Sekali lagi kita sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas yang terkait, kerja keras mereka luar biasa,” Reisa mengapresiasi.

Meski demikian, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan yaitu angka positivity rate sebesar 14%. Persentase itu menyatakan ada sekitar 3000-4000 kasus baru perharinya dan masih harus ditekan lagi.

Saat ini pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan atau kasus aktif sebanyak 63.380 kasus yang dirawat pada 840 rumah sakit rujukan, isolasi mandiri atau tempat Karantina yang disediakan pemerintah di berbagai daerah.

BACA  Update Covid-19, Kasus Sembuh Mencapai 3.712

“Mari kita saling membantu dan tidak menambahkan angka konfirmasi positif. Hindari kegiatan yang membahayakan diri kita dan sekitar kita,” lanjutnya.

Sementara untuk upaya treatment ada 289.243 pasien sembuh. Angka kesembuhan atau recovery rate mencapai 79% yang terus ditingkatkan per minggunya.

Angka kesembuhan ini juga menunjukkan peningkatan dilihat per pekan selama Oktober ini. Pekan kedua Oktober angka kesembuhan 76,48% dan pekan ketiga meningkat menjadi 78,85%.

Reisa kembali mengingatkan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Disiplin 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan. Agar upaya pemerintah dalam melakukan 3T tidak sia-sia dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

BACA  Prioritas Pemberian Vaksin ke Tenaga Medis dan di Zona Merah

“Tentunya kita sepakat bahwa upaya kita tidak hanya melindungi generasi kita saja. Tetapi juga melindungi generasi penerus, dan memberikan pembelajara yang mungkin di masa depan akan menghadapi pandemi lainnya. Untuk generasi emas Indonesia, yang sehat dan kuat, mari kita 3T dan disiplin menerapkan 3M, sukseskan vaksinasi,” katanya.(*)

#IngatPesanIbu

Memakai masker

Menjaga jarak & menghindari kerumunan

Mencuci tangan dengan sabun


Komentar