Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Penanganan Covid-19, Isu Prioritas pada APBD 2021 Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Minggu, 25 Oktober 2020 | 22:05 WITA Tag: ,
  Ilustrasi


Hargo.co.id, GORONTALO – Penanganan Covid-19 nampaknya masih menjadi isu prioritas pada penyusunan APBD 2021 Provinsi Gorontalo yang dipastikan akan mulai bergulir pekan depan. Dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2021 yang sudah disepakati DPRD Provinsi (Deprov) dan Pemprov, total pendapatan daerah pada tahun depan diasumsikan sekitar Rp 1,7 triliun.

Anggota Deprov Gorontalo dari Partai Amanat Nasional (PAN), Ismail Alulu menyebutkan, dibandingkan APBD 2020, APBD Provinsi Gorontalo pada tahun depan, tidak mengalami kenaikan atau angkanya masih sama sebesar Rp 1,7 triliun. Menyusul keterbatasan pembiayaan pada tahun depan, dia mengharapkan agar pemanfaatan APBD benar-benar bisa efektif dan efisien.

BACA  Satgas Covid-19 Ajak Patuhi Protokol Kesehatan Saat Peringati Maulid

“Harus menyasar persoalan-persoalan aktual yang dihadapi masyarakat,” jelasnya.

Dia mengatakan, salah satu sektor yang masih perlu mendapatkan perhatian lebih adalah sektor kesehatan. Isu penanganan Covid-19, masih perlu mendapatkan perhatian dalam perumusan kebijakan anggaran.

Langkah ini diperlukan agar upaya-upaya yang diambil oleh pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder bisa maksimal. Karena mendapatkan pendanaan yang memadai dari APBD.

BACA  Infrastruktur Memadai, Rusli Habibie Ajak Berinvestasi di Gorontalo

“Kesehatan menjadi sektor yang harus mendapatkan perhatian ekstra. Isu penanganan Covid-19 harus tetap menjadi prioritas dalam perumusan kebijakan,” jelasnya.

Ismail Alulu mengemukakan, pencegahan penularan Covid-19 pada tahun depan masih sangat diperlukan. Karena penyuntikkan vaksin kemungkinan besar baru akan mulai berjalan pada awal tahun.

“Itupun tidak semua masyarakat langsung akan disuntikkan vaksin. Penyuntikkan akan dilakukan secara bertahap. Makanya langkah-langkah yang bisa mendorong masyarakat untuk mencegah Covid-19 harus bisa didorong pemerintah daerah,” jelasnya.

BACA  Tingkat Kepatuhan Protokol Kesehatan di Bone Bolango Meningkat

Selain penanganan Covid-19, pendanaan APBD 2021 sambung Ismail Alulu juga perlu diarahkan untuk membiayai program dan kegiatan 2020 yang masih ditunda. Karena anggarannya masih digeser untuk penanggulangan Covid-19.

“Misalnya untuk kegiatan fisik. Ada proyek-proyek yang masih ditunda. Ini perlu dilanjutkan pada tahun depan,” tandasnya. (***)

  

#IngatPesanIbu

Memakai masker

Menjaga jarak & menghindari kerumunan

Mencuci tangan dengan sabun


Komentar