Jumat, 15 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pendapatan FIFA Setiap Turnamen Rp 30 Triliun 

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Sportivo , pada Selasa, 17 Juli 2018 | 08:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id – Paling mahal sekaligus paling menguntungkan. Begitulah turnamen sepak bola Piala Dunia. Ajang empat tahunan yang diselenggarakan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menjadi turnamen paling mahal di muka bumi. Walaupun hanya diselenggarakan empat tahun sekali namun mampu membuat FIFA kebanjiran uang.

Gelaran akbar Piala Dunia 2018 berakhir sudah. Gegap gempita para pendukung tim-tim unggulan, menjadi cerita mengiringi perhelatan serupa di Qatar 2022. Tim nasional Prancis akhirnya kembali merengkuh Piala Dunia untuk kali kedua. Selain itu tim asuhan Didier Deschamp tersebut berhak atas hadiah senilai USD 38 Juta atau setara Rp (532 miliar, kurs USD 1: Rp 14 ribu).

Untuk gelaran Piala Dunia, FIFA tak tanggung-tangung mengelontorkan hadiah. Total uang hadiah yang diberikan kepada peserta Piala Dunia mencapai USD 400 juta atau setara Rp 5,7 triliun.

BACA  Diduga Habis Nyabu, Pria di Gorontalo Diamankan Polisi

Total hadiah yang disediakan tersebut merupakan jumlah separo biaya yang digelontorkan FIFA untuk menggelar Piala Dunia. Dikutip dari laman goal.com, FIFA menggelontorkan USD 791 juta atau Rp 11,3 triliun untuk penyelenggaran FIFA.
Besar modal, besar pula keuntungan yang diperoleh.

Begitulah FIFA mengelola Piala Dunia sebagai even penambah pundi-pundi keuangan. Bahkan Piala Dunia menjadi ajang pendapatan utama FIFA.
Secara umum, ada empat sektor pemasukan FIFA dari Piala Dunia. Pertama, hak siar televisi. Kedua, marketing rights (hak pemasaran). Ketiga, licensing rights (hak siar), serta keempat hospitality rights.

Pada Piala Dunia 2014, FIFA meraup pendapatan USD 4,8 miliar atau sekitar Rp 57,6 miliar (kurs 2014, USD 1: Rp 12 ribu). Dari pendapatan tersebut, keuntungan yang diperoleh FIFA sebesar USD 2,6 miliar atau Rp 31,2 triliun.

BACA  Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Jokowi Bilang Begini

Pendapatan diperoleh FIFA berasal dari hak siar yang mencapai USD 2,43 miliar (Rp 29,1 triliun). Selain itu berasal dari sponsor USD 1,6 miliar (Rp 19,2 triliun) serta penjualan tiket USD 527 juta (Rp 6,324 triliun).

Sementara itu pada Piala Dunia 2018, pendapatan FIFA diprediksi USD 6 miliar setara Rp 84 triliun (Kurs USD 1 : Rp 14 ribu). Pendapatan paling besar dari hak siar televisi yang diperkirakan naik menjadi USD 3 miliar (Rp 42 triliun). Hal ini didasarkan pada perkiraan Piala Dunia 2018 akan menarik minat penonton sebanyak 3,2 miliar orang.

Pertumbuhan pendapatan lainnya turut didorong oleh sponsor investor Tiongkok. Sedikitnya ada tujuh perusahaan Tiongkok membiayai turnamen Piala Dunia 2018 di Rusia. Secara global sponsor yang menjadi mitra FIFA dalam hajatan Piala Dunia 2018 di antaranya Budweiser, Hisense, McDonald’s, Mengniu Dairy, Vivo, dengan produsen berlian Rusia Alrosa, Kereta Api Rusia, Alfa-bank dan Rostelecom.

BACA  Presiden Reshuffle Kabinet, Ada Nama Sandiaga Uno

FIFA juga mengumpulkan royalti tahunan dari EA Sports, produser dari waralaba video game FIFA. Mengutip BBC, sepanjang 2011-2014 FIFA memperoleh pendapatan US$ 5,72 miliar (Rp 81,3 triliun). Sumber terbesar berasal dari penyelenggaraan Piala Dunia, yang menambah pundi-pundi FIFA sebesar US$ 4,83 (Rp 68,62 triliun). Jumlah ini adalah 84,4% dari total pendapatan FIFA.

So, siapapun yang meraih juara, yang untung adalah FIFA. Sebab, secara secara ekonomi FIFA meraup miliar dolar dari hajatan Piala Dunia. (BBD/CNBC/tirto/goal/san/gp)


Komentar