Wednesday, 4 August 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pendataan KK Miskin Dipertanyakan, DPRD Kecewa Atas OPD Terkait

Oleh Deice Pomalingo , dalam Advertorial Legislatif , pada Wednesday, 23 June 2021 | 17:05 PM Tags:
  Aleg Komisi ll saat turun lapangan melihat dari dekat warga yang mempunyai rumah sangat kumuh dan tidak tersentuh program bantuan apapun dari pemerintah. (Foto: Deice/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pendataan Kepala Keluarga (KK) Miskin di Kabupaten Gorontalo dipertanyakan, pasalnya masih banyak ditemukan warga yang sangat miskin tetapi tidak mendapatkan bantuan apapun, hal ini seusai dengan kunjungan Komisi ll ke Desa Ilomangga Kecamatan Tabongo, selasa (22/06/2021).

Dari kunjungan Komisi ll didapati ada tiga rumah warga yang sangat kumuh, dimana dindingnya hanya pitate dan atap rumbia bahkan mereka tidak pernah tersentuh oleh program bantuan dari pemerintah.

“Ini sangat miris dan menyedihkan, apalagi lokasinya tak jauh dari jalan raya dan sangat disayangkan puluhan tahun mereka tinggal disini tetapi tidak tersentuh dengan bantuan rumah mahyani dan program bantuan lainnya,” ungkap Ketua Komisi ll Ali Polapa.

Ali lanjut mengatakan, pendataan KK miskin mulai dari tingkat desa sampai tingkat daerah perlu dipertanyakan apakah benar-benar valid atau tidak. “Karena selama ini kami di DPRD selalu mengingatkan pada OPD terkait untuk melakukan validasi data yang benar-benar akurat tetapi faktanya hari ini tak demikian adanya, karena kami masih menemukan adanya rumah kumuh yang tak tersentuh oleh masyarakat,” tegas aleg tiga periode ini.

Sehingganya aleg dari Fraksi PDIP ini meminta kepada OPD terkait untuk kembali melakukan validasi data yang akurat jangan hanya diatas kertas, karena selama ini banyak kejadian penerima bantuan tetapi justru tak layak, sebaliknya yang wajib menerima justru sebaliknya tidak mendapatkan bantuan apapun.

“Sehingga kami berharap ada keseriusan OPD terkait untuk melakukan validasi data dan bukan melakukan asal-asalan karena sudah banyak bukti yang kami temukan di lapangan kondisinya tak sesuai dengan data,” tandas Ali.

Secara terpisah, Kepala Desa Irnawaty Nusi saat didatangi di kantor Desa mengakui, jika mereka tidak masuk dalam data dan berupaya nanti akan dimasukkan dan menjadi prioritas.

“Saya baru dilantik dan program saya memang akan memprioritaskan orang-orang seperti itu nantinya untuk diutamakan mendapatkan bantuan dan lainnya,” tandas Irnawaty. (wie/adv/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar