Senin, 10 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Penebang Bambu Malamise di Bendungan Alale

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 3 April 2017 | 13:59 WITA Tag: , , , ,
  


SUWAWA – Hargo.co.id Sungai Bone kembali meminta tumbal, Sabtu (1/4) pagi. Salah seorang warga Bondanuwa, Suwawa Selatan, Hairul Usman (40), tewas saat mengayuh rakit bambu di sungai ini. Ayah tiga anak ini pun ditemukan tak bernyawa di bendungan Alale, Desa Lombongo, Suwawa, setelah sekitar 4 jam dilakukan pencarian.

Sebelum kejadian naas itu, Hairul bersama rekannya, Damkar Pongolingo (50), mencari bambu di tepi sungai Bone. Setelah mendapatkannya, bambu sengaja dihanyutkan melalui sungai yang diikat menyerupai rakit. Bambu tersebut rencananya akan dijual di wilayah Suwawa hingga ke Kota Gorontalo.

BACA  Gembong Narkoba Daniel Edi Johannes Divonis Hukuman Mati

Awalnya, mereka mengayuh rakit seperti biasanya. Namun, tiba di bendungan Alale, arus air yang kuat membuat rakit bambu yang mereka berdua tumpangi terbalik. Damkar dan Hairul tercebur.

Namun hanya Damkar yang kembali muncul ke permukaan. Setelah dilihat-lihat Hairul yang tak lagi muncul ke permukaan air, Damkar pun meminta pertolongan warga sekitar. Saat itu, tim pencari pun turun mencari korban di sekitar bendung Alale.

BACA  Pohon Tumbang di Jalan, Satu Unit Mobil Tertimpa

Tim yang terdiri dari anggota Koramil Suwawa, BPBD Bonbol, Basarnas dan warga setempat menyisir bendungan hingga sekitar 500 meter dari titik tenggelamnya. Empat jam kemudian, sekitar pukul 13.15 Wita, Hairul yang juga familiar disapa Nunu ini berhasil ditemukan.

Korban ditemukan tersangkut di kedalaman air, tepatnya di tiang jembatan pasar Minggu, Suwawa, dalam kedaan sudah tidak bernyawa lagi. Saat itu juga, tim pencari yang dibantu warga, langsung mengevakuasi korban ke kediaman orang tuanya di Desa Bilontala, Suwawa Selatan untuk dimakamkan hari itu juga.

BACA  Polres Bone Bolango Tindak Tegas Pelaku Balap Liar

“Dugaan sementara, korban saat itu hanyut di kedalaman air karena amukan sungai Bone yang saat itu sedang meluap,” ungkap Danramil Suwawa, Kapten Andi Basran, yang dikonfirmasi di lokasi.

Sementara itu, Maryam Arbi (40), isteri korban, mengaku pasrah dengan kejadian yang menimpa suaminya. Menurut Maryam, suaminya sudah lama melakoni pekerjaannya menebang bambu dan hasil itulah yang menafkahi keluarganya.(tr-54/hg)


Komentar