Sabtu, 12 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Peneliti Amerika Klaim Temukan Obat Untuk Blokir Covid di Saluran Pernapasan

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Selasa, 1 Juni 2021 | 18:05 WITA Tag:
  Ilustrasi virus Covid-19 (Prevention)


Hargo.co.id, AMERIKA SERIKAT – Peneliti Amerika Serikat mengklaim telah menemukan obat yang berpotensi untuk mencegah perawatan pasien Covid-19, termasuk varian virus SARS-CoV-2. Nama obatnya, diABZI.

Para peneliti yang berafiliasi dengan University of Pennsylvania telah mengklaim bahwa obat diABZI sangat efektif untuk mencegah gejala Covid-19 yang parah pada tikus yang terinfeksi beberapa varian SARS-CoV-2. Seperti yang dijelaskan dalam makalah mereka yang diterbitkan di Science Immunology pada 18 Mei.

Para peneliti mengatakan selama ini virus Covid-19 menghindari aktivasi interferon, yaitu protein yang menandakan keberadaan virus, di sel epitel saluran pernapasan. Sehingga virus bisa menginfeksi saluran pernapasan seperti dilansir dari CTV, Selasa (1/6).

BACA  Seragam Timnas Ukraina untuk Euro 2020 Bikin Gempar

Para peneliti mencari jalur kekebalan tambahan. Mereka melihat diABZI, memiliki sifat sebagai agonis STING. STING agonists adalah obat yang mengaktifkan STING, yang merupakan singkatan dari stimulasi gen interferon.

Tim juga mempertimbangkan untuk bereksperimen dengan dinukleotida siklik, yang merupakan jenis lain dari agonis STING. Sebanyak 129 tikus dengan COVID-19 diobati dengan diABZI. Ketika diukur terhadap kelompok kontrol, tikus yang telah diobati dengan obat tersebut mengalami penurunan berat badan yang lebih sedikit dan viral load yang lebih rendah.

BACA  Mubes dan Reuni IKA SMA 3 Gorontalo Dibubarkan

Beberapa obat telah diidentifikasi untuk memblokir infeksi SARS-CoV-2. Makalah ini adalah yang pertama menunjukkan bahwa mengaktifkan respons imun dini secara terapeutik dengan dosis tunggal adalah strategi yang menjanjikan untuk mengendalikan virus, termasuk varian Afrika Selatan B.1.351.

Penulis senior Dr. Sara Cherry, ahli patologi dan kedokteran laboratorium dan profesor di University of Pennsylvania mengatakan diABZI belum disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau Kesehatan Kanada. Akan tetapi Cherry mengatakan obat itu bisa efektif melawan banyak virus pernapasan lainnya, seperti flu biasa dan virus parainfluenza. “Kami sekarang menguji agonis ini terhadap banyak virus lain,” kata Cherry. “Sangat penting untuk diingat bahwa SARS-CoV-2 tidak akan menjadi virus korona terakhir yang akan kita lihat dan akan membutuhkan perlindungan,” imbuhnya. (jawapos/hargo)

BACA  Dukung Palestina, Supermodel Bella Hadid Dikecam Israel

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “Peneliti Klaim Temukan Obat Untuk Blokir Covid di Saluran Pernapasan“. Pada edisi Selasa, 01 Juni 2021.

Komentar