Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Peneliti Indonesia Bentuk NIF untuk Jaring Kerjasama dengan Luar Negeri

Oleh Aslan , dalam Kabar Dunia , pada Kamis, 7 September 2017 | 06:00 AM Tag: ,
  FOKUS: Presentasi program kerja Nusantara Innovation Forum (NIF) di Kantor BKPM London, Inggris, yang dihadiri oleh Wali Kota Surabaya, London, Juli lalu. (NIF for JawaPos.com)

Hargo.co.id – Dunia riset Indonesia memang belum menunjukkan tajinya. Tetapi, itu bukan karena sumber daya manusia (SDM) yang belum mumpuni.

Buktinya, banyak peneliti asal Indonesia yang sukses membangun karir di luar negeri. Bahkan, beberapa pelajar asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri dan menjadi reseacher membentuk suatu perkumpulan guna membangun kerjasama dengan riset dari luar negeri.

Mereka tergabung dalam Nusantara Innovation Forum (NIF). Ketua NIF dr Arief Gunawan MBBS MSc mengatakan, saat ini ada beberapa forum untuk kolaborasi antara peneliti di luar negeri. Tetapi tidak banyak forum yang memprioritaskan kolaborasi antara peneliti di luar dan dalam negeri (Indonesia).

’’Menurut kami, hal ini mengakibatkan pelannya transfer teknologi dari luar ke dalam negeri. Kami merasa hilirisasi produk dari peneliti Indonesia di luar negeri bisa meningkatkan arus transfer teknologi sekaligus membawa solusi bagi masalah dalam negeri,’’ papar Arief yang menyelesaikan S2-nya di London School of Hygiene and Tropical Medicine (International Programme) dalam bidang kesehatan publik tersebut.

Karena itu, Arief dan delapan peneliti asal Indonesia mendirikan NIF. Pertemuan pertama dilakukan pada 25 Februari 2017. Sejauh ini, NIF tengah membantu Tim Garuda 45 untuk menghilirisasi produk alat pendeteksi tuberkulosis portablenya, yakni TB DeCare.

Mereka telah memberikan edukasi mengenai paten terkait produk tersebut, memediasi pertemuan Garuda 45 dengan Pemkot Surabaya untuk mendapat dukungan penelitian lanjutan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, serta mediasi dengan Kemeristek-dikti dan Kemenkes untuk pengembangan tahap berikutnya.

’’Pada 22 Agustus kemarin, kami juga mengisi forum dalam kongres internasional Diaspora Indonesia (CID) ke-4, kami sembari menyebarkan informais mengenai keberadaan kami,’’ papar Arief.

Koordinator Bidang Pendidikan dan Riset NIF drg. Lilis Iskandar menambahkan, selain bekerja dalam proyek untuk menghasilkan inovasi, tidak kalah penting NIF juga membentuk database peneliti Indonesia di luar negeri, dan membangun jaringan di Indonesia untuk membantu hilirisasi produk. (*)

(ina/JPC/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar