Sabtu, 11 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Peneliti Temukan Kombinasi 3 Obat untuk Sembuhkan Pasien Covid-19

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Minggu, 10 Mei 2020 | 15:05 WITA Tag: , , ,
  ILUSTRASI. Peneliti Hongkong menyebut adanya kombinasi obat yang efektif, yang bisa diberikan pada pasien Covid-19 untuk mempercepat penyembuhan. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)


Hargo.co.id, HONGKONG – Peneliti dunia terus mencari obat yang tepat untuk mengobati pasien Covid-19. Kali ini peneliti Hongkong menyebut adanya kombinasi obat yang efektif untuk pasien Covid-19. Sedikitnya ada 3 obat yang diyakini bisa efektif mempercepat penyembuhan.

Dikatakan, kombinasi tiga obat menekan SARS-Cov-2 dalam waktu tujuh hari ketika digunakan pada pasien di Hongkong. Hampir dua kali lebih cepat dari obat tunggal yang dipandang sebagai harapan utama dalam perang melawan pandemi.

Temuan penelitian ini, dipimpin oleh akademisi Universitas Honkong dan diterbitkan di The Lancet pada hari Sabtu (9/5). Semoga dapat memberi sinyal kemajuan dalam pencarian bentuk terapi standar untuk Sars-CoV-2, virus yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Apa saja 3 obat itu?

Obat antivirus itu adalah interferon beta-1b, lopinavir-ritonavir, dan ribavirin. Ketiganya bersama-sama diminum pasien dan diyakini aman dan lebih efektif dalam mengurangi durasi pelepasan virus.

BACA  Warga Praha Gelar Pesta Perpisahan untuk Virus Corona

Obat ini efektif untuk pasien dengan gejala ringan hingga sedang, sambil mempercepat pemulihan mereka. Antivirus itu dikatakan lebih efektif jika dibandingkan dengan hanya menggunakan lopinavir-ritonavir, yakni obat HIV.

“Percobaan kami menunjukkan bahwa pengobatan dini Covid-19 gejala ringan dan sedang dengan tiga kombinasi dengan obat antivirus dapat dengan cepat menekan jumlah virus dalam tubuh pasien, meringankan gejala, dan mengurangi risiko bagi petugas kesehatan dengan mengurangi durasi dan jumlah pelepasan virus,” kata Pemimpin Penelitian, Profesor Yuen Kwok-yung, seorang ahli penyakit menular seperti dilansir dari Jawapos.com, Minggu (10/5).

“Kombinasi pengobatan ini tampak aman dan ditoleransi dengan baik oleh pasien,” tegasnya.

BACA  Tak Mampu Imbangi Kekuatan Tiongkok, India Pilih Bersikap Lunak

Obat interferon dikembangkan untuk mengobati multiple sclerosis, penyakit neurologis. Ribavirin umumnya digunakan untuk mengobati hepatitis C. Tetapi para peneliti mengatakan uji coba yang lebih besar masih diperlukan untuk mengonfirmasi apakah rejimen tripel obat ini akan efektif pada pasien dengan gejala yang lebih parah.

Penelitian terbaru melibatkan 127 pasien dewasa Covid-19 yang dirawat di salah satu dari enam rumah sakit umum di kota itu antara 10 Februari dan 20 Maret. Di antara mereka, 86 diberikan pengobatan kombinasi dan 41 sisanya hanya diberi obat untuk HIV.

Ditemukan bahwa mereka yang diberi obat kombinasi membuat viral load di dalam tubuhnya secara efektif bisa ditekan dalam rata-rata tujuh hari setelah memulai pengobatan. Itu lebih efektif dibandingkan dengan rata-rata 12 hari pada kelompok yang minum obat tunggal.

BACA  Berbahan Eucalyptus, Ini 5 Fakta Seputar Kalung Antivirus Corona

Mereka yang menjalani terapi tripel ini juga berhasil meringankan gejala dalam rata-rata empat hari. Mereka juga memiliki masa inap rata-rata secara signifikan lebih singkat di rumah sakit. Yaitu hanya sembilan hari daripada 14,5 pada pasien lainnya.

Apalagi jika pasien bisa berobat lebih dini maka tingkat kesembuhan akan lebih cepat. Pasien yang diberi pengobatan kombinasi lebih awal, dalam waktu satu minggu dari gejala yang muncul akan memiliki hasil klinis yang lebih baik daripada yang menggunakan 1 obat.(nas/mhv/jawapos/hg)

 

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh Jawapos.com dengan judul yang sama. Pada edisi Minggu, 10 Mei 2020.

Komentar