Senin, 24 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Penelpon Gelap Tipu 2 ASN Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Rabu, 18 Januari 2017 | 15:26 PM Tag: , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Masyarakat harus berhati-hati menerima telepon dari orang tak di kenal dan mengaku kenal dekat dengan kita. Modus penipuan seperti ini rupanya masih menelan korban, kali ini ada dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang total kehilangan Rp 11,1 Juta.

Korban yang pertama adalah Rasiyulna Dangkua (57) warga Kayubulan, Limboto. Dia ditipu sebanyak Rp 10 Juta, Minggu (15/1). Sebelumnya, Rasiyulna menerima telepon dari nomor 081241498344 yang mengaku sebagai Kepala Balai Pengelolaan Daerah (BPD) Aliran Sungai dan Hutan Lindung (ASHL) Bone Bolango, Provinsi Gorontalo bernama Prayuda. Kemudian meminta pinjaman uang sebanyak Rp 20 Juta. Rasiyulan mengaku tidak punya uang sebanyak itu, kecuali setengahnya. Saat itu, si penelepon gelap mengirim sms berisikan A/n HERI PRAYUDA dan No Rek:114401008863508, Bank BRI, kepada Rasiyulan.

Tanpa beban, Rasiyulan yang berstatus PNS Pemprov Gorontalo ini pun mengirim uang sebanyak Rp 10 Juta di ATM BRI yang berada di Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Selatan. Setelah mengirim uang tersebut, keesokan harinya Rasiyulan pergi ke kantor tersebut namun tidak ada yang nama Prayuda yang meminta uang kepada korban. Rasiyulan pun mengadukannya ke Polres Gorontalo Kota.

Korban kedua adalah Nur Iman Bumulo (26). Warga Tamulobutao, Dungingi ini ditipu sebanyak Rp 1,1 Juta, Jumat (13/1). Kejadiannya, Nur mendapat telepon tanpa identitas dan mengaku sebagai Haji Syamsudin yang menjabat sebagai bendahara kantor Gubernur Gorontalo. Penelepon yang mengaku Syamsudin itu pun lantas meminta Nur Iman membelikan madu 15 botol, air mineral 2 dus, pulsa seharga Rp 700 Ribuan. Kemudian, si penelepon meminta korban untuk pergi ke kantor Gubernur Gorontalo untuk mengantarkan barang-barang tersebut.

Namun sampai di kantor Gubernur, tidak ada bendahara yang bernama Syamsudin. Nur Iman pun mencoba menelepon kembali nomor handphone tersebut dan si pelaku mengatakan masih berada di luar daerah. Nur Iman yang masih berstatus honorer ini pun sadar bahwa dirinya sudah ditipu oleh penelepon gelap.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Ronny Yulianto, melalui Kasat Reskrim, AKP Tumpal Alexander, membenarkan kejadian tersebut, “Setelah kami hubungi, nomor pelaku itu sudah tidak aktif. Tapi saat di cek nomor teryata pelaku berindentitaskan berada di wilayah Sulawesi Selatan,” ujarnya. Tumpal menambahkan bahwa masyarakat tidak terpengaruh dengan para penelpon yang tidak di ketahui dan meminta korbannya untuk mentransfer sejumlah uang melalui ATM. “Sudah banyak kasus jadi jangan mudah lupa, karena kasus ini sudah banyak terjadi, jadi jangan sekali-kali masyarakat menuruti perintah dari para penelpon yang mengimingi uang,” tandasnya.(TR-49/Hargo)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar