Senin, 30 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Penetapan Zona Risiko Berdasarkan Indikator Kesehatan Masyarakat

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Rabu, 21 Oktober 2020 | 21:05 WITA Tag: ,
  Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito


Hargo.co.id, GORONTALO – Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan penetapan zona risiko itu berdasarkan Indikator Kesehatan Masyarakat yang terdiri dari indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan kesehatan.

“Saat ini indikator yang digunakan tetap berjumlah 14 indikator. Namun dari analisis perkembangan penanganan Covid-19 terkini, dibutuhkan perhatian yang lebih besar pada indikator-indikator tertentu sehingga dilakukan penyesuaian skoring dan pembobotan,” ujarnya saat memberi keterangan pers, Selasa (20/10/2020).

Selama 5 bulan terakhir memang terlihat kemajuan penanganan Covid-19 di kabupaten/kota. Tetapi terlihat juga daerah-daerah yang sudah berada di zona nyaman, karena dalam 5 minggu terakhir sebagai besar kabupaten/kota di Indonesia masih tidak bergeser dari zona risiko sedang atau zona oranye.

BACA  Digagas, BLK Gorontalo Menjadi UPT Kemnaker RI

Data 18 Oktober 2020, zona merah ada 32 kabupaten/kota, zona oranye ada 344 kabupaten/kota, zona kuning ada 113 kabupaten/kota dan zona hijau ada 25 kabupaten/kota.

“Kami harapkan pemerintah daerah keluar dari zona nyaman ini, dan bekerja lebih keras lagi agar keluar dari zona risiko sedang atau zona oranye dan berpindah ke zona kuning maupun hijau,” tegas Wiku.

BACA  Dinas BKD Ajak Masyarakat Putuskan Rantai Covid-19

Ia menyayangkan, saat ini ada 35 kabupaten/kota yang bergeser dari risiko rendah ke risiko sedang.

Daerah-daerah yang dimaksud ialah Aceh Timur, Nias Selatan, Bengkulu Utara, Tulang Bawang, Pesawaran, Tulang Bawang Barat, Bangka Belitung, Belitung, Bangka Barat, Bandung, Tasikmalaya, Sumedang, Kota Tasikmalaya, Sumbawa, Lombok Utara, Sumba Barat, Nagekeo, Nunukan, Kota Tarakan, Tolitoli, Banggai Kepulauan, Parigi Moutong, Banggai Laut, Morowali Utara, Kepulauan Selayar, Wajo, Luwu, Muna, Wakatobi, Kolaka Timur, Mamuju Tengah, Seram Bagian Barat, Halmahera Barat, Halmahera Timur dan Puncak Jaya.

BACA  Cegah Anak-anak Terpapar Covid-19, Pemerintah Suplai Multivitamin ke Gorontalo

Melihat peta zonasi risiko secara mingguan per 18 Oktober 2020, menunjukkan zona merah (tinggi) sebaran daerahnya turun dari 53 menjadi 32 kabupaten/kota. Zona oranye (sedang) meningkat dari 336 menjadi 344 kabupaten/kota, zona kuning (rendah) naik dari 100 menjadi 113 kabupaten/kota.

zona hijau wilayah tidak ada kasus baru naik dari 11 menjadi 12 kabupaten/kota. Begitu juga daerah tidak terdampak juga menurun dari 14 menjadi 13 kabupaten/kota. (***)

#IngatPesanIbu

Memakai masker

Menjaga jarak & menghindari kerumunan

Mencuci tangan dengan sabun


Komentar