Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pengakuan Petani di Boalemo, Serahkan Uang Jutaan ke Perusahaan Serai Wangi

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Kab. Boalemo Metropolis , pada Kamis, 27 Januari 2022 | 06:05 Tag:
  Ilustrasi. Serai Wangi

Hargo.co.id, GORONTALO – Salah seorang petani di Boalemo, meragukan eksistensi perusahaan Serai Wangi, PT. Cipta Kastimdo Persada. Adalah Hendrik Djibu. Petani asal Kecamatan Dulupi ini mengaku, telah menyerahkan uang sebesar Rp 4.700.000 ke Perusahaan Serai Wangi.

Sesuai pengakuannya, uang tersebut diserahkan langsung ke Komisaris PT. Cipta Kastimdo Persada, di Kantor Laskar Merah Putih yang beralamat di Kota Gorontalo. Meski tak ada bukti kuitansi katanya, tapi penyerahan uang pada Agustus 2021 itu, ada bukti foto. Disaksikan oleh anaknya, dan Humas PT. Cipta Kastimdo Persada, yang bernama Samin Adam.

“Pertama kami ini diajak untuk mendata lahan petani, dijanjikan dikasih upah. Selanjutnya, saya diperintah untuk  membuat perusahaan yang akan bermitra dengan mereka PT. Cipta Kastimdo Persada. Pembuatan perusahaan itu, sebesar Rp 4.700.000. Padahal begitu kami cek di notaris, pembuatan itu hanya sebesar Rp 1.750.000,” kata Hendri Djibu, menerangkan.

Awalnya kata Hendrik Djibu, memang dirinya sudah mulai timbul keraguan, begitu dimintai uang tersebut. Sesuai penjelasan Humas PT. Cipta Kastimdo Persada, yang mana uang tersebut untuk pembuatan seperti, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Surat Izin Tempat Usaha (SITU).

“Perjanjiannya kan Rp 4.700.000 itu, sudah disitu semua. Tapi ternyata, untuk SIUP dan SITU ini tidak ada. Malah kami diminta untuk mengurusnya lagi sendiri. Bukan hanya itu, keraguan saya mulai meningkat begitu dimintai lagi uang untuk pembuatan seragam, pada November 2021. Padahal kan perusahaan belum ada. Uang seragam yang diminta itu Rp 5 juta. Tapi saya tidak kasih. Karena sudah mulai ragu saya,” akunya.

Lebih lanjut kata Hendri Djibu, setiap kali ada hal yang dinilai mengganjal, dirinya langsung menanyakannya melalui grup WhatsApp. Di grup itu sendiri, ada orang-orang PT. Cipta Kastimdo Persada, bersama 60 kelompok CV se Gorontalo yang bermitra dengan PT. Cipta Kastimdo Persada. Namun karena terlalu banyak pertanyaan dan protes, akhirnya ia dikeluarkan dari grup tersebut.

“Mungkin saya dianggap tidak mengikuti keinginan perusahaan, atau membangkang. Karena saya kan aktif bertanya, kapan launching? Sebab dijanjikan pada Juni itu launching Serai Wangi di Monano, Gorontalo Utara, tapi tidak ada. Kemudian dijanji lagi pada 28 Oktober 2021, tetap tidak ada launching yang katanya akan menghadirkan 4 orang menteri,” ungkapnya.

Sesuai informasi dari pihak PT. Cipta Kastimdo Persada sebelumnya, lanjut Hendrik Djibu, 4 menteri yang bakal dihadirkan pada launching tersebut. Masing-masing Menteri Pertanian, Menteri BUMN, Menteri Pariwisata, dan Staf Presiden, Moeldoko. Namun, begitu 28 Oktober 2021, ternyata juga tetap tidak ada.

“Lantaran tidak ada, dijanjikan lagi pada bulan Desember 2021 akan dilaunching. Tapi, tetap tidak ada. Nah, sampai sekarang Januari 2022, saya masih menunggu tetap belum ada juga. Kemarin dijanjikan tanggal 23 Januari 2022 launchingnya, ini saya tunggu-tunggu tetap tidak ada,”sesalnya.

Intinya kata Hendrik Djibu, saat ini dirinya meragukan PT. Cipta Kastimdo Persada yang katanya, akan melakukan budidaya tanaman komoditi secara besar-besaran di Provinsi Gorontalo, termasuk Boalemo. Tapi, hingga kini masyarakat dibuat menunggu kepastian, entah kapan.

Terpisah, Samin Adam, selaku Humas PT. Cipta Kastimdo Persada, ketika dimintai keterangan melalui WhatsApp, pada Senin, (24/01/2022), membenarkan penyerahan uang tersebut. Dikatakannya, uang itu diserahkan langsung kepada Komisaris PT. Cipta Kastimdo Persada.

“Memang benar penyerahan uang itu, saya di Perusahaan juga belum lama. Kalau tidak salah di bulan Oktober saya diangkat jadi HRD. Tapi sekarang, saya bukan apa-apa lagi di PT. Cipta Kastimdo Persada. Kalau soal beliau, yaitu pak Hendrik Djibu, memang yang memperkenalkan ke beliau mengenai Serai Wangi adalah saya,”akunya.

Adapun untuk biaya pembuatan perusahaan, atau CV yang akan melakukan mitra dengan PT. Cipta Kastimdo Persada, lanjutnya, adalah sesuai penyampaian langsung dari Komisaris PT. Cipta Kastimdo Persada sendiri, yaitu Risno Jusuf.

“Karena ada penyampaian seperti itu, maka saya teruskan ke teman-teman, bagi siapa yang ingin mendaftar, dipersilahkan. Pendaftaran itu harus CV baru. Tidak boleh CV yang sudah lama. Begitu penyampaian pak Risno. Waktu itu saya belum apa-apa di perusahaan. Saya berhenti dari perusahaan semenjak saya saya sudah buatkan Company Profil kepada para mitra,”ungkapnya.

Disinggung mengapa ia berhenti dari PT. Cipta Kastimdo Persada, menurut Samin Adam, panjang ceritanya. Yang jelas ia punya masalah pribadi. Behenti menurutnya adalah pilihan tepat dari diri sendiri. Daripada ia akan terjebak pada sesuatu yang menurutnya sudah tak sesuai lagi dengan prosedur dan mekanisme yang ada.

“Lebih baik saya berhenti memang, saya juga kaget sebenarnya dengan uang Rp 4.700.000.00 itu. Begitu saya dengar dari teman-teman yang membuat CV baru, ternyata kan hanya Rp 1 juta sekian untuk pembuatannya itu. Teman-teman sendiri yang mengeceknya ke notarisnya,”cetusnya. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 4.880 times, 1 visits today)

Komentar