Senin, 6 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pengamanan Diperketat, Kalapas Boalemo Minta Diganti 

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Jumat, 12 Oktober 2018 | 02:00 AM Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Pasca insiden kerusuhan antar warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Boalemo, Selasa (9/10/2018), pengamanan di Lapas lebih diperketat. Sejumlah aparat Kepolisian dari Polres Boalemo bersiaga di area Lapas selama 24 jam. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat situasi saat ini masih terbilang rawan.

Pantauan Gorontalo Post (Hargo.co.id), Rabu (10/10/2018), para pengunjung atau keluarga binaan sudah mulai bisa masuk. Setelah sebelumnya sempat ditutup akibat insiden itu. Beda dengan hari-hari sebelumnya. Kini, pemandangan di area lapas sangat berbeda.

Di pintu masuk, selain ada petugas lapas yang menjaga, ditempatkan juga salah seorang polisi bersenjata lengkap. Selain itu, polisi juga dikerahkan untuk terus memantau lapas dari luar dan dalam area.

Salah seorang pengunjung, Warni (50), menyatakan bahwa dirinya memang sudah menunggu dari pagi, mengingat kemarin tidak bisa masuk karena ada penutupan akses masuk oleh pihak Lapas.

“Alhamdulillah, sekarang sudah bisa masuk. Tapi, prosesnya agak sedikit lama. Karena pemeriksaan lebih ketat dari sebelumnya,” ujar perempuan warga Pohuwato, yang datang mengunjungi anaknya, salah satu warga binaan Lapas Boalemo.

Kepala Seksi Administrasi, Keamanan dan Ketertiban Lapas, Elhakim K. Adam, SH, kepada awak media mengungkapkan bahwa saat ini situasi di lapas masih kondusif.

“Pelayanan kunjungan telah kami buka mulai hari ini. Situasi warga binaan aman-aman saja, tidak ada gejolak. Tidak ada lagi dendam antar napi. Tapi, kami tetap memperketat pengawasan, supaya tidak lengah,” ujar Elhakim seraya menambahkan jika keberadaan kepolisian juga membantu menjaga situasi tetap kondusif.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa selama ini, warga binaan tidak pernah sama sekali terlibat perselisihan. Menurutnya, kejadian pada Selasa (9/10/2018) murni karena spontanitas.

“Sesuai yang kami amati sebelumnya. Mereka berteman, saling menyapa, bahkan beribadah sama-sama. Tidak ada sama sekali gelagat aneh, yang mengarah seperti insiden kemarin. Makanya kami sedikit kaget,” ungkap dia.

(Visited 2 times, 1 visits today)

Laman: 1 2 3


Komentar