Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pengamat Politik UI Ungkap Penyebab Partai Demokrat Dihajar Moeldoko Dkk, Oh Ternyata

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara Kabar Politik , pada Minggu, 14 Maret 2021 | 21:05 WITA Tag: , ,
  Partai Demokrat. Ilustrasi Foto: Rahayuning Putri Utami/JPNN.com


Hargo.co.id, JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Chusnul Mar’iyah mengatakan, aksi kudeta yang dilakukan kubu Moeldoko terhadap kursi Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bukan hanya untuk memuluskan pencalonan kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) itu di Pilpres 2024.

Namun, kata perempuan kelahiran 1961 itu, ada berbagai kepentingan lainnya, termasuk oligarki ekonomi dan politik.

Menurut dia, ada bayang-bayang kepentingan besar yang menyusup di belakang aksi kudeta tersebut.

“Semuanya untuk kepentingan 2024,” ujar dosen Ilmu Politik di UI ini dalam akun Realita TV di YouTube.

BACA  Kembali Berulah, Kelompok Teroris di Papua Bakar Rumah Warga Hingga Tembaki Mapolsek Ilaga

Partai Demokrat, lanjutnya, dinilai menjadi ancaman lantaran berhasil merebut simpati rakyat dengan jargon ‘berkoalisi dengan rakyat’.

Jargon ini menurut Chusnul, mengena ke hati masyarakat karena rakyat sudah jenuh dengan kondisi mayoritas partai yang mengekor di belakang pemerintah.

“Jadi siapa pun yang dinilai menjadi ancaman bagi penguasa bakal menjadi target operasi,” ucapnya.

Bahkan sebelum Demokrat dipecah-pecah, kata Chusnul, sejumlah petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dan tokoh yang kritis ditangkapi. Dia mencontohkan kasus Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan lainnya.

BACA  Usai Alom: Ilaga Papua Daerah Keramat, Jangan Main-Main!

“Jadi ini yang oposisi dihabisi. Balik lagi model otoriter di rezim orde baru,” katanya.

Dia juga menyoroti pidato Moeldoko di Sibolangit, Deli Serdang Sumatera Utara sesaat setelah KLB Demokrat.

Moeldoko saat itu menyatakan apa yang dilakukannya dalam rangka menjaga demokrasi di Indonesia.

“Pidato itu dikatakan Moeldoko tanpa rasa canggung, tanpa beban, ditambah lagi tanpa etika menurut saya,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, pengambilalihan Partai Demokrat merupakan upaya merusak demokrasi.

BACA  Tolak UU Cipta Kerja, Buruh Kembali Gelar Aksi

Juga bagian dari persekongkolan politik dengan ekonomi dari kepentingan-kepentingan para bandar sejak pemilu 2014 hingga 2019.

“Semua elemen bangsa harus mencari cara bagaimana caranya memperbaiki itu semua,” tegasnya.

Dia mengingatkan para wakil rakyat di parlemen bahwa mereka bukan wakil para penguasa. (esy/jpnn/hargo)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Chusnul Ungkap Penyebab Partai Demokrat Dihajar Moeldoko Dkk, Oh Ternyata“. Pada edisi Ahad, 14 Maret 2021.

Komentar