Senin, 29 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pengamat sebut Pariwisata Indonesia bakal Kalah Saing dengan Asing

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 25 Oktober 2021 | 22:05 PM Tag: , ,
  Suasana pantai Kuta yang terlihat sepi kemarin (18/3), dibanding hari-hari biasa yang selalu ramai. semenjak virus korona merebak di sejumlah negara, berdampak pada kunjungan wisatawan ke Bali. (Istimewa)

Hargo.co.id, JAKARTA – Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengatakan bahwa Indonesia akan kalah saing dengan negara lain dalam menarik para wisatawan.

Hal ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang mewajibkan calon penumpang pesawat tujuan atau dari bandara Jawa-Bali memiliki hasil RT-PCR yang sampelnya diambil 2×24 jam sebelum keberangkatan.

“Apalagi para wisatawan dari luar, mereka harus PCR dua kali, maka para wisatawan itu banyak yang lari ke thailand, karena di sana tidak memberlakukan itu. Jadi kebijakan itu tidak tepat sekarang,” jelas Rahadiansyah sebagaimana dilansir JawaPos.com, Minggu (24/10).

Padahal kuartal keempat merupakan peak season daripada industri pariwisata, namun dengan kebijakan ini, ia memprediksikan akan jadi perjuangan terakhir sektor tersebut untuk tetap bertahan.

“Iya akan kalah bersaing dengan negara lain, soalnya ya sekarang ini aja sekarang banyak wisatawan Bali yang mendadak membatalkan,” tutur dia.

Untuk itu, sebaiknya pemerintah melakukan evaluasi apa saja dampak yang akan memperngaruhi pergerakan ekonomi dalam negeri, khususnya wisata. Dibandingkan PCR, lebih baik pemerintah menerapkan syarat vaksin dan tes antigen saja.

“Menurut saya ini harus dievaluasi, kalau dalam negeri antigen saja sudah cukup. Kebijakannya kalau mau perjalanan ya pakai antigen aja, tidak usah PCR lagi,” tutup Trubus.(JawaPos.com)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “Gara-gara PCR, Pariwisata Indonesia akan Kalah Saing dengan Asing“. Pada edisi Ahad, 24 Oktober 2021.
(Visited 28 times, 1 visits today)

Komentar