Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pengamat: SYL Selamatkan Masa Depan Pertanian

Oleh Mufakris Goma , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 15 Januari 2020 | 11:00 WITA Tag:
  


Hargo.co.id – Pengamat pertanian dari Universitas Tanjungpura (Untan), Radian memuji sikap tegas Mentan Syahrul Yasin Limpo yang bakal memperkarakan hukum pelaku alih fungsi lahan tani.

“Ketegasan Syahrul Yasin Limpo menolak alih fungsi lahan pertanian itu sama artinya menyelamatkan masa depan pertanian. Masa depan ketahanan pangan Indonesia dan lingkungan hidup yang berkelanjutan,” ujar Radian, Senin (13/1) lalu.

BACA  Peserta Positif Covid-19 Bisa Ikuti SKB CPNS, Begini Penjelasan BKN

Menurut Radian, membiarkan terjadinya alih fungsi lahan pertanian bakal menciptakan kemiskinan baru sebab lapangan kerja dan pasokan serta ketersediaan pangan akan berkurang.

“Harga berpotensi melonjak, masyarakat kesulitan membeli bahan pokok dan muncul pengangguran baru karena petani tidak punya lagi lahan (bertani) untuk dikelola,” ucap Radian.

BACA  Melanggar Protokol Kesehatan Siap-siap Kena Sanksi

Selanjutnya, ungkap Radian, alih fungsi lahan pertanian berisiko menimbulkan areal tanah tidak produktif yang dapat mengganggu ekosistem lingkungan hidup.

Diketahui, Syahrul Yasin Limpo saat di Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, belum lama ini, meminta kepolisian agar menindak pelaku alih fungsi lahan pertanian.

Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, akibat ulah alih fungsi lahan pertanian mengakibatkan sebanyak 10 ribu hektare sawah terendam banjir serta gagal panen.

BACA  Bareskrim Periksa 11 Orang Terkait Kasus Maria Pauline

Pemerintah juga menaruh perhatian penting menjaga terjadinya alih fungsi lahan melalui regulasi Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2019 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah. (adv/jpnn)

*Berita ini juga disiarkan oleh jpnn.com Rabu, 15 Januari 2020


Komentar