Kamis, 13 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Penganiayaan dengan Sajam, Kuli Bangunan Kritis Ditikam

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 28 Maret 2016 | 14:05 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Tindak penganiayaan dengan senjata tajam (Sajam) di Gorontalo semakin merajalela. Dalam sebulan terakhir ini, telah terjadi beberapa tindak penganiayaan yang menelan korban jiwa.

Seperti halnya yang dialami Risman Abdullah (21), warga Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, yang menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh Rekannya sendiri Boy Ali (23) yang tinggal tidak jauh dari rumah korban.

Risman bersimbah darah setelah mendapat tikaman di punggungnya yang dilakukan oleh Boy, ironisnya aksi ini terjadi diduga hanya karena salah paham dan adu mulut persoalan pengalaman kerja antara korban dan pelaku.

BACA  Cegah Kerumunan, Warga Dilarang Hentikan Kendaraan di Lokasi Tumbilotohe

Beruntung nyawa Risman masih bisa diselamatkan, setelah pihak keluarga langsung melarikan pria yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan ini, ke Rumah Sakit Umum Daerah Aloei Saboe Kota Gorontalo, untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut sejumlah sumber yang ditemui Gorontalo Post, kejadian ini bermula saat Risman dan Boy terlibat adu mulut soal pengalaman kerja antar keduanya, tepat di depan rumah Risman.

Namun tiba-tiba aksi adu mulut berubah menjadi aksi baku hantam. “Keduanya terlibat adu mulut yang kemudian berujung pada aksi baku pukul,” ujar Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP S, Bagus Santoso. Saat terjadi duel, Risman kemudian meninggalkan Boy, karena sudah tidak ingin berkelahi lagi.

BACA  Jaga Situasi Kamtibmas Saat Ramadan, Tim Reptil Gelar Patroli Rutin

Tak disangka, tiba-tiba, Boy mencabut sebuah pisau yang memang sudah dibawanya itu, dan langsung membacok Risman dibagian punggung belakang. Akibat kejadian ini, Risman langsung roboh ke arah pintu rumahnya. Melihat kejadian ini, sang ayah Darwin Abdullah, langsung menolong korban dan membawanya ke dalam rumah.

BACA  Bantu Pengamanan Warga Binaan, Polda Gorontalo Kerahkan Personil ke Rumah Sakit

Sementara, Boy (pelaku-red) langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. “Korban dan pelaku memang berteman, bahkan rumah keduanya hanya berjarak 200 meter,” ujar mantan Wakapolres Gorontalo Kota itu.

AKBP Bagus menambahkan, pihak Kepolisian sendiri saat ini telah melakukan pengamanan disekitar lokasi kejadian, untuk mengantisipasi terjadinya bentrok susulan antar kedua keluarga.

“Pelaku masih sementara dalam proses pengejaran, namun kami sudah melakukan upaya preventif dengan cara melakukan pengamanan disekitar lokasi kejadian,” tegasnya. (tr-45/tr-48/Hargo)


Komentar