Friday, 17 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pengerjaan Proyek GORR Segmen I dan II Bakal Tuntas Tahun 2022

Oleh Admin Hargo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Wednesday, 8 September 2021 | 22:05 PM Tags:
  Kepala Dinas PUPR bersama Kepala Balai PJN Gorontalo saat mencocokan denah dan lokasi untuk kelanjutan pembangunan Jalan GORR, Selasa (07/09/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Segmen I dan II Mega proyek pembangunan jalan lingkar luar, Gorontalo Outer Ring Road (GORR) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo rencananya akan segera dirampungkan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Balai PJN Gorontalo, Agung Sutarto yang didampingi Kepala Dinas PUPR Provinsi Gorontalo Handoyo, saat meninjau kembali jalan GORR yang ada di Kabupaten Gorontalo, Selasa (07/09/2021).

“GORR itu sepanjang 30 KM untuk segmen I dan II, segmen III sepanjang 15 KM. Untuk segmen I, II kita sudah 90 persen rampung, sisanya masih 10 persen yang tertinggal yaitu sekitar 1,8 KM. Kita harapkan akhir tahun 2022, GORR sudah dapat tersambung dari Kota Gorontalo sampai ke Isimu dan Bandara,” ungkap Aging Sutarto.

Selain itu Agung juga menjelaskan, untuk segmen I sepanjang 1,8 KM itu, membutuhkan biaya sekitar 52 miliar dan masuk pada anggaran tahun 2021. Secara kontrak harusnya Desember, tetapi karena adanya relaksasi, sehingga dirubah sistem multiyears.

“Segmen I mungkin sekitar bulan Februari-Maret 2022 itu sudah selesai, dan teman-teman sangat semangat apabila permasalahan – permasalahan di lapangan sudah selesai, mungkin akhir tahun ini bisa kita targetkan, tapi secara pembayaran terkontrak tahun 2022,” jelas Agung Sutarto.

Agung menambakan, untuk segmen III yang sepanjang 15 KM masih dalam penetapan lokasi. Tapi Agung meyakini, Pemprov Gorontalo serius dengan penetapan lokasi GORR segmen III. Sebab dengan melihat fungsi GORR yang sangat berdampak pada pertumbuhan pembangunan di Gorontalo, pembangunan jalan ini harus dituntaskan.

“Untuk penyelesaian segmen III ini memang menelan biaya cukup besar kurang lebih Rp280 miliyar, dan itu pemerintah menggunakan alokasi dana SBSN bukan APBN. Disitu untuk penyelesaian dua jembatan dan jalan sepanjang 900 meter,” tandas Agung Sutarto.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 18 times, 1 visits today)

Komentar