Minggu, 29 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Penghancuran Pemukiman Badui Diprotes, Israel Ngamuk

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Kamis, 6 April 2017 | 09:59 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id – Uni Eropa baru-baru ini memberi teguran keras kepada pemerintah Israel karena menghancurkan permukiman suku Badui asal Palestina di Desa Khan al-Amar di Tepi Barat. Peringatan itu disampaikan dalam sebuah surat yang ditandatangani 28 negara anggota UE.

Seperti biasa, Israel menanggapi peringatan itu dengan pernyataan yang tak kalah keras. Pada Selasa (4/4), mereka memanggil Wakil Dubes UE untuk Israel Mark Gallagher dan menyampaikan protes keras.

BACA  Bom Meledak saat Peringatan Hari Veteran di Jeddah

“Ada 32 masalah krisis kemanusiaan di seluruh dunia. Tapi, UE lebih memilih menyoroti yang terjadi di area C secara tidak proporsional. Padahal, itu bukan krisis kemanusiaan,” jelas Direktur Departemen UE Kementerian Luar Negeri Israel Avivit Bar-Ilan kepada Gallagher. Salah satu contoh yang diberikannya adalah krisis di Syria.

Israel berdalih bahwa kawasan permukiman yang terdiri atas sekolah dan 42 rumah yang ditinggali sekitar 150 orang itu ilegal. Karena tidak sesuai dengan hukum yang berlaku di Israel, permukiman tersebut harus dihancurkan.

BACA  Melani Berencana Ceraikan Donald Trump Usai Kalah di Pilpres AS

Pandangan berbeda diungkapkan UE. Kawasan itu termasuk daerah krisis kemanusiaan. Karena itu, UE berhak ikut campur. Bahkan, dua negara anggota UE, Italia dan Belgia, membantu mendirikan beberapa bangunan di sana.

’’Praktik penegakan hukum dengan cara memaksa pindah, menggusur, menghancurkan, menyita rumah dan aset kemanusiaan (termasuk yang didanai UE), serta menghalangi pengiriman bantuan kemanusiaan bertentangan dengan kewajiban Israel terhadap hukum internasional,’’ kata Faaborg-Anderson saat bertemu dengan Pejabat Sementara Dirjen Kementerian Luar Negeri Israel Yuval Rotem pada pekan lalu.

BACA  Bom Bunuh Diri Meledak Dekat Akademi Kepolisian

Organisasi terbesar di Eropa tersebut meminta Israel segera menghentikan tindakannya. Sebelum UE, PBB mengeluarkan kecaman senada.

Khan al-Ahmar berada di wilayah yang dinamai sebagai area C. Luasnya mencapai 60 persen dari keseluruhan Tepi Barat. Israel berkuasa penuh di area C.

Laman: 1 2


Komentar