Senin, 29 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Penghuni Rumah Deret di Kayubulan Masih Terendam Air

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Jumat, 15 Oktober 2021 | 22:05 PM Tag: , ,
  Rumah Deret, kawasan banjir di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo mencapai ketinggian paha orang dewasa. (Foto : Herman Abdullah/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Gorontalo dua pekan kemarin hingga kini masih menjadi keluhan warga. Pasalnya, setelah berhari-hari usai diterjang banjir, masih ada beberapa wilayah yang airnya tidak kunjung surut. 

Pantauan Hargo.co.id, air masih menggenang di salah satu kawasan rumah deret yang ada di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto. Ketinggian air yang mencapai paha orang dewasa masih merendam puluhan rumah dan membuat warga terpaksa mengungsi. 

Dahlan Darise, salah satu warga korban banjir yang berada di rumah deret itu mengatakan. Dirinya beserta beberapa warga sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah karena saat ini mereka kekurangan tempat tidur. 

Dirinya berharap pemerintah bisa memberikan bantuan berupa bambu dan papan sebagai bahan untuk dibuat tempat tidur darurat bagi mereka. Hal tersebut, kata Dahlan Darise, sudah disampaikan ke pemerintah setempat. 

“Kami butuhkan bambu dan papan untuk dijadikan tempat tidur. Itu sudah kami minta, tapi sampai sekarang tidak ada,” tutur Dahlan Darise.

Rumah Deret, kawasan banjir di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo mencapai ketinggian paha orang dewasa. (Foto : Herman Abdullah/HARGO)
Rumah Deret, kawasan banjir di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo mencapai ketinggian paha orang dewasa. (Foto : Herman Abdullah/HARGO)

Dahlan mengatakan, memang belum lama ini mereka yang ada di rumah deret itu telah mendapatkan bantuan berupa beras, tikar, makanan siap saji dan lain lain. Namun, pada kondisi seperti itu, dirinya lebih membutuhkan bambu dan papan. 

“Waktu lalu menteri datang membagikan bantuan. Tapi pak, yang kami butuhkan itu papan, bambu dan obat-obatan. Ini sudah kami minta, tapi tidak ada,” ucapnya. 

Dahlan Darise mengaku sudah tinggal di kawasan itu jauh sebelum rumah deret itu dibangun. Menurutnya, sejak dibangunnya perumahan di  wilayah itu, air akan menggenang selama berhari hari bahkan berminggu minggu. 

“Saya tinggal di sini dari 1975. Belum ada perumahan (rumah deret) di sini. Saya tahu perum ini baru tiga tahun dibangun. Kalau banjir pasti lama surut airnya,” terang Dahlan Darise.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Sosial setempat saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, keluhan dari puluhan warga itu bukan tanggung jawab Dinas Sosial. 

“Itu di BPBD. Bukan di Dinas Sosial,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo, Doni Lahati, Jumat (15/10/2021).

Hingga saat ini, Puluhan warga tersebut hanya bisa berharap uluran tangan pemerintah terkait musibah yang saat ini tengah mereka alami.  (***) 

 

Penulis : Herman Abdullah

(Visited 78 times, 1 visits today)

Komentar