Minggu, 5 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pengidap Asma Dan Gangguan Paru Tidak Dianjurkan Mengenakan Masker

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Senin, 25 Mei 2020 | 10:35 WITA Tag: , , ,
  TERHALANG MASKER: Joerg dan Petra, pasangan dari Muenchen, Jerman, memakai masker dengan tulisan Love. Pemerintah Jerman mewajibkan pemakaian masker di tempat umum. (Peter Kneffel/dpa via AP)


Hargo.co.id, LONDON – Di tengah situasi darurat pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak orang dianjurkan untuk mengenakan masker saat berada di ruang publik, transportasi dan banyak tempat lainnya yang dijumpai banyak orang. Namun, khusus untuk pengidap asma dan kondisi penyakit atau kelainan paru-paru lainnya, para ahli justru memperingatkan kalau orang dengan kategori tersebut tidak boleh memakai masker wajah.

Dilansir dari Jawapos.com, Kamis (21/5), Profesor Chris Whitty, Kepala Petugas Medis dari Inggris mengatakan, mengenakan penutup wajah adalah tindakan pencegahan tambahan yang mungkin memiliki beberapa manfaat dalam mengurangi kemungkinan bahwa orang dengan infeksi menularkannya. “Cara paling efektif untuk mencegah penyebaran virus ini adalah tetap mengikuti aturan jarak sosial dan mencuci tangan anda secara teratur,” ucapnya.

BACA  KPU Kabgor Mulai Bahas Pengadaan Kelengkapan Protokol Kesehatan

Organisasi Asthma UK juga telah memperingatkan bahwa memakai masker wajah sebenarnya bisa membuat pernapasan orang lebih sulit untuk asma. Jessica Kirby, Kepala Saran Kesehatan di Asthma UK, mengatakan, bagi beberapa orang yang menderita asma, mengenakan penutup wajah mungkin tidak mudah. Itu bisa membuatnya merasa lebih sulit untuk bernapas.

“Pemerintah Inggris telah menyarankan bahwa orang-orang dengan kondisi pernapasan tidak perlu memakai penutup wajah, jadi jika Anda merasa sulit, maka jangan mengenakannya. Jika Anda merasa nyaman untuk memakai penutup wajah, silakan gunakan kain atau buatan sendiri, bukan masker wajah tipe medis,” ungkapnya.

BACA  Hakim Amerika Larang Polisi Gunakan Peluru Karet dan Gas Air Mata

Orang-orang dengan kondisi paru-paru lain termasuk bronkitis, emfisema dan gangguan paru obstruktif kronis (COPD) juga harus menghindari masker wajah, menurut Dr Purvi Parikh, seorang ahli imunologi di New York University. Berbicara kepada MailOnline, menjelaskan, orang-orang dengan kondisi paru-paru berada dalam keadaan sulit karena mereka mungkin membutuhkan masker lebih dari rata-rata orang tetapi mengakibatkan mereka sulit untuk bernafas.

BACA  Warga Praha Gelar Pesta Perpisahan untuk Virus Corona

“Masker ketat di wajahmu bisa membuat orang kesulitan bernapas. Aku bahkan merasakannya saat aku merawat pasienku,” katanya.

Dr Parikh menambahkan bahwa kenaikan suhu bisa membuat pernapasan dengan masker wajah lebih sulit. Terlebih saat menghadapi musim panas, dia memperingatkan, secara konsisten menghirup udara panas di atas nafas sendiri, itu bisa sangat tidak nyaman.(ksw/ra/jawapos/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh Jawapos.com dengan judul yang sama. Pada edisi Jumat, 22 Mei 2020.

Komentar