Selasa, 27 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pengumuman CPNS Ricuh, Massa Rusak Kantor Bupati, Gedung Disnaker dan PMK Dibakar

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar dari Timur , pada Jumat, 2 Oktober 2020 | 19:05 WITA Tag: , ,
  Aparat Polres Keerom dibantu BKO Brimob dan Sabhara Polda Papua mengamankan lokasi pembakaran kantor di Kompleks Kantor Bupati Keerom, Arso Kota, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua, Kamis (1/10). Foto: ANTARA /HO-Humas Polda Papua


Hargo.co.id, KEEROM – Ratusan orang pencari kerja tak puas dengan hasil seleksi CPNS formasi 2018 di Kabupaten Keerom, Papua.

Seperti yang dilansir JPNN.com, Mereka melakukan aksi di kantor bupati, Kamis (1/10).

Kericuhan tak terbendung. Kantor bupati pun dirusak.

Tidak hanya itu, massa juga melakukan pembakaran yang menyebabkan bangunan Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Kantor PMK hangus terbakar.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menyesalkan insiden perusakan dan pembakaran kantor pemerintahan tersebut.

Pasalnya, menurut dia, hasil CPNS di Kabupaten Keerom sudah sesuai kuota yakni 80 persen kuota untuk orang asli Papua.

Hanya saja ada bidang tertentu yang membutuhkan keahlian khusus.

“Cukup disesalkan. Karena sesungguhnya hasil penerimaan CPNS sudah 80 persen diberikan kepada orang asli Papua,” ucap Paulus Waterpauw saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Kamis (1/10).

BACA  KKSB Papua Tembaki Pos TNI, Lima Kali, Brutal!

Kapolda menegaskan akan memproses hukum para pelaku yang terlibat dalam insiden perusakan dan pembakaran.

Sebab, tidak semestinya melakukan perusakan dan pembakaran terhadap kantor pemerintah yang telah dibangun dengan uang rakyat itu.

“Kami akan tetap proses hukum dan mencari para pelaku, ini tidak boleh. Karena bangunan itu dibangun dengan uang rakyat, kalau hanya satu atau dua orang yang punya kepentingan. Seharusnya ikuti mekanisme yang benar, jangan memaksa kehendak dan membawa masa,” tegas Waterpauw.

Untuk mengusut kasus pengerusakan dan pembakaran di Kabupaten Keerom tersebut, Kapolda telah mengutus Wakapolda Papua, Brigjen Mathius Fachiri turun langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan koordinasi dengan Polres Keerom dan mencari para pelaku, baik yang melakukan pengerusakan maupun pembakaran.

BACA  Cara KKSB Papua Tarik Simpati Dunia Internasional

“Yang kami cari pelaku perusakan dan pembakaran. Siapa yang menyulut hingga masyarakat marah dan melakukan pembakaran. Wakapolda dan pejabat utama sudah ke TKP untuk mengawal kasus ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengatakan, situasi Kamtibmas sudah kondusif pascaperusakan dan pembakaran yang terjadi di Kabupaten Keerom. Namun, aparat keamanan masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi.

“Kantor Bupati Keerom sebagian kaca pecah akibat lemparan batu, Kantor Disnaker dan Kantor PMK hangus dibakar massa. Sebelumnya Jalan Trans Arso yang sempat dipalang oleh massa telah dibuka kembali,” terang Kamal.

Dia menerangkan, sekira pukul 16.16 WIT terjadi aksi perusakan dan pembakaran di kantor Bupati Keerom yang diduga dilakukan massa yang tidak terima hasil pengumuman CPNS Formasi 2018 di Kabupaten Keerom.

BACA  Tugas Sekolah Menumpuk, Siswi di Gowa Bunuh Diri

Pukul 16:16 WIT, massa yang berjumlah kurang lebih 250 orang yang tidak terima dengan hasil pengumuman dan mulai melakukan perusakan di seputaran Kantor Bupati Kabupaten Keerom dengan melempari kaca bangunan kantor bupati dengan batu.

Akibatnya lanjut Kamal, anggota gabungan BKO Brimob Polda Papua bersama anggota Polres Keerom mengeluarkan tembakan peringatan ke udara.

Menembakan gas air mata, serta melakukan penyemprotan dengan menggunakan mobil water canon Polres Keerom dan memukul mundur serta mengurai massa yang melakukan perusakan kantor bupati.(fia/nat/jpnn/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Pengumuman CPNS Ricuh, Massa Rusak Kantor Bupati, Gedung Disnaker dan PMK Dibakar“. Pada edisi Jumat, 02 Oktober 2020.

Komentar