Selasa, 15 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Penukaran Uang Baru Padat, Hanya 4 Jam Rp 2,8 Miliar Habis

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 20 Juni 2017 | 13:55 WITA Tag: , , ,
  


GORONTALO, hargo.co.id – Animo masyarakat Gorontalo untuk menukarkan uang baru, jelang lebaran Idul Fitri sangat tinggi.

Pelayanan penukaran uang baru yang dilakukan Bank Indonesia (BI) perwakilan Gorontalo, Senin (19/6) di kompleks kantor Walikota Gorontalo langsung diserbu warga.

Sebanyak Rp 2,8 miliar uang emisi baru dengan berbagai pecahan rupiah ludes hanya dalam waktu sekira empat jam.

Sejak pelayanan dibuka mulai pukul 08.00 wita, masyarakat sudah berkerumun di loket penukaran. Awalnya bagi warga yang ingin mendapatkan pelayanan, terlebih dahulu mendapatkan nomor antrian. BI menyiapkan kurang lebih 750 nomor antrian.

BACA  Sekdaprov Darda Daraba Raih Profesi Insinyur Berpredikat Cum Laude

Hanya sekira satu jam, seluruh nomor antrian sudah habis dikantongi warga. Satu persatu warga dilayani. Tak sampai pukul 13.00 wita atau usai waktu zuhur, pelayanan sudah ditutup karena uang baru yang disiapkan Rp 2,8 miliar ludes.

Sebelumnya, karena nomor antrian yang disiapkan terbatas, masyarakat yang tidak kebagian nomor antrian merengsek hingga dekat meja loket penukaran uang.

BACA  Bakal Jadi Tuan Rumah Kejurnas Offroad, IOF Gorontalo Rutin Latihan

“Banyak orang yang melakukan penukaran uang, sehingga nomor antrian yang dikasih sudah tidak terpakai, jadinya kami yang duduk dari pagi, sudah di dahului oleh yang datang belakangan”ujar Nurmala Salah Satu warga.

Kepala Satuan Layanan Administrasi Bank Indonesia Gorontalo, Abdullah mengatakan, antusias warga untuk menukarkan uang baru sangat tinggi, dan meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu.

“Mungkin saja lonjakan penukaran uang ini di sebabkan dengan adanya uang emisi baru yang kami edar, jadinya lonjakan penukaran itu di akibatkan banyak yang berburu uang baru,”katanya. Masyarakat paling banyak menukarkan uang dengan pecahan Rp 5.000, Rp 2.000 dan Rp 1.000. Sementara untuk pecahan Rp 10.000 dan Rp 20.000, hanya kalangan tertentu saja. “Pecahan Rp 5.000 ke bawah capat habis,”ujar Abdullah.

BACA  BSN Beri Pelatihan Audit Internal ke 25 Tenaga Teknis

Setiap warga maksimal dilayani penukaran uang hingga Rp 4 juta. Untuk pelayanan penukaran uang baru, akan digelar BI selama 4 hari, dimulai kemarin. (tr-53/kif/roy/hargo)


Komentar