Kamis, 6 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Perbaharui Data Setiap Saat, Pemda Kabgor Disarankan ke BPS Sulsel

Oleh Deice Pomalingo , dalam Legislatif , pada Senin, 8 Maret 2021 | 11:29 WITA Tag:
  Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo, Syarifudin Bano


Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo (Kabgor) diharapkan bisa banyak belajar dari Sulawesi Selatan (Sulsel). Ini terkait dengan data sehingga harus ke Biro Pusat Statistik (BPS) Sulsel. 

Ini seperti hasil kunjungan Komisi l DPRD Kabupaten Gorontalo ke Kantor BPS Sulsel. Menureut Ketua Komisi l Syarifudin Bano, dari jumlah kepadatan penduduk dan juga pertumbuhan ekonomi dan juga daerah tersebut menjadi tujuan wisata. Sehingga membuat Komisi l memilih untuk melakukan studi banding ke BPS terkait update jumlah penduduk itu yang ingin kami ketahui. 

“Ternyata hal menarik yang bisa kita terapkan di daerah dengan mengacu apa yang dilaksanakan BPS Sulsel adalah setiap saat data mereka update. Tidak nanti menunggu lima tahunan dan kenapa itu yang ingin kami ketahui, karena terkait dengan bantuan selama ini yang terjadi di Kabupaten Gorontalo, terkadang ada yang sudah meninggal atau ekonomi ke atas tetapi masih mendapatkan bantuan,” ungkap Syarifudin Bano, Senin (08/03/2021).

Lanjut katanya, di BPS Sulsel datanya terupdate setiap hari, setiap minggu dengan cara sampai ke tingkat kelurahan dan desa. Mereka diberi ruang untuk menginformasikan ke dinas terkait terhadap tamba kurang jumlah penduduk dengan pemberian reward. 

“Misalnya saja desa yang memberikan informasi terupdate terhadap jumlah penduduknya dimana warganya meninggal seharusnya diberikan penghargaan oleh pemerintah daerah. Misalnya saja pemberian santunan duka,” jelas Politisi Demokrat ini. 

Ia menambahkan, untuk warga yang lahir sudah pasti tercatat karena akan lahir akta kelahiran dan itu tercatat, tetapi yang meninggal itu yang susah terdeteksi karena terkadang pemerintah desa tak melaporkan ke Kecamatan atau OPD terkait tentang update data warganya yang meninggal, walaupun memang ada akta kematiannya tetapi kadang dilakukan pengurusan. 

“Itulah yang ingin kami support dan kami harapkan pemerintah desa bisa bekerja secara maksimal untuk selalu melakukan perkembangan data. Misalnya saja untuk desa memaksimalkan kepala dusun atau kepala lingkungan untuk melaporkan kondisi dusun dan lingkungannya terutama untuk  warga yang meninggal setiap harinya,” katanya. (wie/adv/hargo)

BACA  Selvi Mandagi Ajak Emak-emak Manfaatkan Bulan Ramadan untuk Ibadah 

Komentar