Selasa, 27 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Percepat Penanganan COVID-19, WHO Minta Duit Rp 522 Triliun

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Senin, 28 September 2020 | 03:05 WITA Tag: , ,
  Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: AFP


Hargo.co.id, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak masyarakat internasional untuk membantu menutup kekurangan finansial sebesar USD 35 miliar (Rp 522 triliun) untuk program Access to COVID-19 Tools Accelerator.

Dilansir dari JPNN.com, Program tersebut merupakan sebuah kolaborasi global yang dipimpin WHO untuk pengembangan diagnosis, terapi, dan vaksin COVID-19.

“Kami tidak meminta sumbangan amal. Kami meminta investasi demi pemulihan global,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers pada Jumat (25/9).

BACA  Tegakkan Protokol Kesehatan, Polisi Sisir Hingga ke Kelurahan

Dia menambahkan bahwa keuntungan ekonomi dari pemulihan perdagangan dan perjalanan internasional saja akan mengembalikan investasi ini dengan sangat cepat.

WHO mengakui bahwa jumlah dananya memang sangat besar.

“Namun dalam konteks melawan pandemi global dan mendukung pemulihan ekonomi global, ini cukup murah,” ujar Tedros.

Dari dana tersebut, sebesar USD 15 miliar diperlukan dengan segera untuk mendanai riset dan pengembangan, memperluas manufaktur, mengamankan pembelian, serta memperkuat sistem pengiriman.

Dirjen WHO itu mengumumkan bahwa para pemimpin dunia akan melangsungkan pertemuan secara virtual pada pekan depan di sela-sela acara tingkat tinggi Sidang Majelis Umum PBB guna membahas upaya ACT-Accelerator serta meminta komitmen finansial untuk merealisasikan janjinya.

BACA  Mesir Temukan 59 Peti Mati Berisi Mumi, Kondisi Mengejutkan

Dalam konferensi pers tersebut, Michael Ryan, Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO, juga menegaskan kembali bahwa keberadaan WHO dan ACT-Accelerator menjadi contoh multilateralisme dalam berbagi pengetahuan serta tanggung jawab bersama demi melindungi kesehatan global.

Saat dunia berada di tengah pandemi COVID-19, negara-negara di seluruh dunia, termasuk Inggris, Tiongkok, Rusia, dan Amerika Serikat, berlomba-lomba menemukan vaksin.

BACA  Jaga Imun Tubuh, Gubernur Gorontalo Pilih Olahraga Offroad

Menurut situs web WHO, sampai dengan Jumat, tercatat 189 kandidat vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan di seluruh dunia, dan 40 di antaranya sedang menjalani uji coba klinis.(xinhua/ant/dil/jpnn/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Percepat Penanganan COVID-19, WHO Minta Duit Rp 522 Triliun“. Pada edisi Ahad, 27 September 2020.

Komentar