Rabu, 23 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pergi Haji Bersama Tiga Istri, yang Keempat Ngambek

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Kamis, 1 September 2016 | 10:10 WITA Tag: ,
  


Dari 215 jamaah calon haji kloter 13 Embarkasih Medan, bisa jadi Suwito Dalang Kardi, 63, adalah yang paling berbahagia. Dia memboyong tiga dari empat istrinya ke tanah suci untuk menunaikan rukun Islam kelima bersama-sama.

 

PARLINDUNGAN HARAHAP, Medan

————————————————–

Kehadiran Suwito bersama ketiga istrinya, Royati Mulyo Usodo, 58; Sutiani Saman Abdullah, 49; dan Indrawati Amid Husein, 48, di Asrama Haji Medan begitu menarik perhatian wartawan yang meliput pelaksanaan ibadah haji 1437 Hijriyah.

Mereka terlihat begitu bahagia saat memasuki Asrama Haji akan bertolak menuju Mekkah beberapa waktu lalu bersama jamaah calon haji kloter 13 embarkasi Medan.

BACA  BPKH Paparkan Capaian Selama Pandemi Covid-19 

Bahkan, ketiga istri Suwito menginap bersama di kamar 101, sementara Suwito bergabung dengan dua jamaah pria asal Labura di kamar 102 Hotel Madinah Al Munawarah komplek Asrama Haji Medan.

“Sebenarnya istri saya ada empat orang, tapi istri keempat bernama Susiati merajuk dan mengundurkan diri, tidak mau ikut ke Tanah Suci dengan alasan belum siap. Padahal saat mendaftar, kami untuk lima orang,” kata Suwito.

BACA  Covid-19 Menyerang Siswa, 64 Orang Penghuni MAN Insan Cendekia Positif

Kata Suwito, keinginan untuk menunaikan ibadah haji merupakan komitmen bersama keempat istri walau saat pelunasan BPIH, istri keempat “ngambek” atau mengundurkan diri.

“Kan saya sudah tua dan ada rejeki. Jadi, sebelum menghadap Allah, saya harus bawa istri menunaikan rukun Islam Kelima, menunaikan ibadah haji,” katanya.

Suwito yang memiliki enam orang anak ini, mau berbagi cerita kepada Sumut Pos (Jawa Pos Group) tentang kisahnya dalam membina rumah tangga. Suwito mengaku hanya tamatan SD, dulu namanya Sekolah Rakyat (SR). Dengan status pendidikannya itu, Suwito mengaku hanya bekerja serabutan.

BACA  Ini Dia Cara Tepat Pengemasan Produk Makanan UMKM untuk Pengiriman Jarak Jauh

Kemudian pada 1974, dia menikahi Royati dan saat itu dia masih bekerja serabutan. Sepuluh tahun menikah, Suwito memulai usaha berjualan es lilin dan cendol keliling. Dari sana, Suwito mengumpul hasil usahanya, hingga akhirnya Suwito membuka rumah makan ”Mas Wito”.

Seiring peningkatan ekonominya, pada 1985 Suwito menikahi Sutiani Saman Abdullah. Namun, sebelum menikah lagi, dia meminta izin dan restu kepada istri pertamanya. 

Laman: 1 2 3


Komentar