Sabtu, 31 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pergub 41 Jangan Hanya Jadi Pemanis Saja

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Senin, 7 September 2020 | 22:35 WITA Tag: ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat memimpin rapat Forkopimda terkait evaluasi penerapan Pergub nomor 41, Senin (7/9/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Peraturan Gubernur Gorontalo (Pergub) nomor 41 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Provinsi Gorontalo, penerapannya mulai di evaluasi oleh Pemprov Gorontalo. Evaluasi ini dilaksanakan pada Rapat Forkopimda diperluas melalui Video Conference, Senin (7/9/2020).

Pada evaluasi itu, dengan tegas Gubernur Rusli Habibie meminta agar Pergub ini diterapkan sebagaimana mestinya. Akan tak ada gunanya, jika tidak ada tindakannya dilapangan.

“Pergub ini kita buat berdasarkan Inpres nomor 6 tahun 2020. Inpres sudah jelas bunyinya, pasal-pasalnya, begitupula pergub. Akan sangat sia-sia jika pergub ini hanya jadi semacam pemanis saja, tindakan dan sanksinnya tidak dijalankan,” kata Rusli Habibie.

BACA  Soal Peredaran Miras, Ini Penegasan Gubernur Gorontalo

Dari evaluasi ini terungkap, hampir seluruh daerah baru sebatas melaksanakan sosialisasi. Sementara, sanksinya belum dilaksanakan sepenuhnya. Seperti halnya yang diungkpan Sekretaris daerah Kota Gorontalo Ismail Madjid, dimana Kota Gorontalo sudah melakukan sosialisasi ke semua wilayah terkait pergub nomor 41 ini, yang dilakukan oleh Pemkot bekerjasama dengan TNI/Polri. Polanya setiap minggu dilakukan pendisiplinan protokol kesehatan.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga. Syarif memaparkan persoalan sosialisasi pergub, masyarakat Pohuwato secara keseluruhan telah mengetahuinya. Akan tetapi untuk pelaksanaan pemberian sanksi terhadap pelanggar disiplin protokol kesehatan belum terlaksana.

BACA  Kunker di Tiga Kecamatan, Ini yang Disampaikan Pjs. Bupati Kabgor

“Evaluasi ini yang saya maksud. Contohnya di Kota Gorontalo, karena memang Kota adalah tujuan orang yang datang ke Gorontalo, entah ingin ke toko-toko, ingin ke mall, restoran dan sebagainya tolong dimaksimalkan lagi penerapan disiplin protokol kesehatan. Karena saya lihat sendiri, di tempat-tempat makan itu ramai sekali tanpa jaga jarak dan pakai masker. Ini yang saya maksud, mereka yang melanggar harus diberikan sanksi,” tegas Rusli Habibie.

Jumlah kasus positif corona di Gorontalo masih cukup menghawatirkan. Kota Gorontalo menjadi daerah penyumbang terbanyak kasus positif Corona. Berbeda dengan Kabupaten Pohuwato, yang sejauh ini hanya bertahan di 78 kasus positif dan sekarang berada di zona kuning.

BACA  Tingkatkan Mitigasi, Kawasan Siaga Bencana Dicanangkan

“Saat ini kita tidak bicara pada tataran sosialisasi lagi, kita bicara pada penerapan penegakan disiplin protokol kesehatan dan penerapan sanksi yang telah kita sepakati bersama. Saran saya sekarang kita kembalikan lagi pemberlakukan pembatasan jam malam, khususnya di Kota Gorontalo. Kita kendalikan tempat-tempat berkumpulnya masyarakat seperti kafe-kafe malam dan tempat keramaian lainnya,”pungkas Rusli.

Selain pembahasan evaluasi pergub, gubernur juga mengecek kembali ketersediaan masker, hand sanitizer, fasilitas tempat cuci tangan dan fasilitas pendukung pemberlakuan covid-19 yang disediakan oleh Pemkab/Pemkot.(adv/rwf/hg)


Komentar