Rabu, 21 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Perhatikan Sebelum Membeli, Banyak Barang Tidak Dilabeli harga

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 28 Juli 2016 | 13:41 WITA Tag: , ,
  


 

Hargo.co.id GORONTALO – Para pengusaha yang bergerak di bidang penyedia barang kebutuhan masyarakat di Gorontalo ternyata masih banyak yang kurang sadar pentingnya informasi harga barang yang dijual kepada konsumen.

Buktinya, pada pengawasan barang dan jasa yang dilakukan tim pengawas barang dan jasa, Rabu (27/7), masih ada beberapa minimarket dan supermarket yang belum menempelkan label harga barang di pajangan barang yang disediakan.

Misalnya di Alfamart dan Supermarket-supermarket lainnya di Kota Gorontalo. Sebagaimana hasil pengawasan yang dilakukan, sebagian besar barang yang dijual tidak memiliki label harga.

BACA  Satgas Covid-19 Pusat Bantu Gorontalo Tangani Covid-19

Padahal sesuai dengan peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 35/M-DAG/PER/7/2013 Tentang Pencantuman Harga Barang dan Tarif Jasa yang Diperdagangkan disebutkan pada Pasal 7 bahwa pelaku usaha yang memperdagangkan barang secara eceran dan/atau jasa bertanggung jawab atas kebenaran harga barang dan/atau tarif jasa yang dicantumkan.

Apabila terdapat perbedaan antara harga barang atau tarif jasa yang dicantumkan dengan harga atau tarif yang dikenakan pada saat pembayaran, yang berlaku adalah harga atau tarif yang terendah.

Selain menemukan sejumlah barang yang tak dilabeli harga, tim pengawas barang dan jasa yang diantaranya terdiri dari, Dinas Perindagkop-UMKM Provinsi Gorontalo, Polda Gorontalo, Bea Cukai, Satpol PP dan beberapa instansi terkait lainnya itu, juga menemukan ada beberapa produk yang tidak memiliki penjelasan dalam bahasa Indonesia (masih bahasa China dan Inggris).

BACA  Kasus Covid-19 Meningkat, Pekan Depan Kota Gorontalo Terapkan PSBB

Selain itu, barang yang mendekati masa kadaluarsa masih ada yang dipajang di tempat penjualan barang. Kepala Dinas Perindagkop-UMKM Provinsi Gorontalo Abdul Haris Hadju mengatakan, pengawasan yang dilakukan ini tak lain untuk memantau langsung penjualan barang oleh para pelaku usaha, misalnya Alfamart dan sejumlah supermarket lain di Gorontalo.

BACA  Dari High Level Meeting TPID, Wagub: Inflasi Gorontalo Terkendali

“Kami mengecek apakah masih ada barang yang tidak dilabeli harga dan label bahasa Indonesia. Itu sesuai aturan harus ditempelkan,” tegas Haris.
Menindaklanjuti hasil temuan, lanjut Haris, pihaknya akan memberikan teguran dan pembinaan kepada para pelaku usaha terkait.

“Nantinya kita beri teguran dan pembinaan dulu, nanti kalau tidak ada perubahan akan ada sanksi sesuai aturan,” tandasnya. Ia mengharapkan, aturan dalam penjualan atau perdagangan barang dan jasa harus diperhatikan oleh para pelaku usaha. Agar masyarakat memperoleh informasi detail tentang barang ataupun jasa yang dibeli.(dan/hargo)


Komentar