Selasa, 24 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Peringati Hari Kartini, Polwan Bagikan 1.500 Masker

Oleh Berita Hargo , dalam Indonesia 99 Kata Ragam , pada Rabu, 22 April 2020 | 13:13 WITA Tag: ,
  Polwan se Polda Gorontalo memakaikan secara langsung masker kepada para pegendara yang melintas di Bundaran Saronde, Kota Gorontalo. (Foto Zulkifli Tampolo/ Gorontalo Post)


Hargo.co.id, GORONTALO – Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2020, Polwan se Polda Gorontalo melakukan aksi kemanusiaan, dengan membagikan 1.500 buah masker kepada para pengguna jalan dan masyarakat lainnya.

Pantauan Hargo.co.id, sekitar pukul 09.30 Wita, Polwan se Polda Gorontalo berkumpul di Bundaran Saronde Kota Gorontalo untuk membagikan masker. Puluhan Polwan tersebut dipimpin langsung oleh AKBP Ramla Pulumoduyo yang juga menjabat sebagai Koordinator Polwan Polda Gorontalo.

BACA  Sebanyak 1.755 Saksi Siap Kawal Suara Hamim-Merlan di Pilkada Bone Bolango

Setiap kendaraan yang melintas, baik itu motor, bentor maupun mobil, yang melintas dan tidak menggunakan masker, langsung diberhentikan. Baik pengemudi maupun penumpang masing-masing diberikan masker. Tak hanya sekedar membagikan masker, sosialisasi pula turut dilakukan oleh para Polwan, terkait dengan pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19.

BACA  Hujan Disertai Angin Terjang Asparaga, Dua Unit Rumah Roboh

Koordinator Polwan, Polda Gorontalo, AKBP Ramla Pulumoduyo menjelaskan, aksi kemanusiaan ini dalam rangka memperingati Hari Kartini, dimana para Polwan membagikan masker sebanyak 1.500 buah di tiga lokasi yakni, Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango.

“Jadi, yang membagikan masker ini adalah Polwan. Ada yang menggunakan seragam lengkap Polri, pakaian lapangan dan bahkan ada yang mempergunakan kebaya. Hal itu tidak lain sebagai bentuk peringatan Hari Kartini oleh para Polwan se Polda Gorontalo. Kami pun dalam waktu dekat ini berencana untuk membagikan paket sembako kepada masyarakat yang kurang mampu,” pungkasnya. (kif/hg)

BACA  Suharsi Tegaskan, Suara Masyarakat Jadi Ukuran Pelayanan Publik

Komentar