Selasa, 26 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Perjanjian Baru

Oleh Admin Hargo , dalam DI'SWAY , pada Senin, 27 September 2021 | 10:05 AM Tag: , , ,
  

Oleh : Dahlan Iskan

DUA hari ini saya sibuk mencari tahu: gagal. Dua hari ini saya menemani Ustadz Yusuf Mansur yang lagi ke Jatim. Di sela-selanya saya terus bertanya kepada ahli hukum: tidak terjawab.

Saya baru tahu istilah ini sekali ini, mungkin karena saya memang awam di bidang hukum:  Deferred Prosecution Agreement. Disingkat DPA.

Saya pernah lima tahun menjadi wartawan hukum, tapi belum pernah menemukan istilah itu.

“Perjanjian Penundaan Penuntutan”. Kira-kira begitu arti DPA tersebut.

Itulah perjanjian antara Kementerian Hukum Amerika Serikat dengan putri pendiri Huawei, Meng Wanzhou. Itulah yang membuat wanita yang menjabat pimpinan puncak Huawei itu bisa pulang ke Tiongkok.

Meng telah ditahan di Kanada selama 1.020 hari. Hampir tiga tahun. Itu atas permintaan Amerika Serikat di zaman Presiden Donald Trump.

Waktu itu umur Meng 46 tahun. Sekarang sudah 49 tahun. Hampir tiga tahun dia hidup di tahanan. Di rumahnyi sendiri di Vancouver, Kanada. Dijaga ketat 24 jam. Yang biaya menjaganyi itu harus ditanggung Meng sendiri. Dia juga harus mengenakan gelang elektronik di pergelangan kakinyi –agar ketahuan kalau melarikan diri.

“Perjanjian Penundaan Penuntutan”. Berarti kedua belah pihak harus tanda tangan. Namanya saja perjanjian. Maka dilangsungkanlah acara penandatanganan jarak jauh. Lewat video. Meng menandatangani perjanjian itu di Vancouver. Pihak Amerika menandatanganinya di pengadilan Brooklyn, New York.

Memang jaksa di Brooklyn yang menginginkan agar Meng diekstradisi ke Amerika. Untuk diadili di situ. Atas tuduhan melakukan bisnis di Iran –yang itu melanggar sanksi Amerika.

Kalau saja Meng berhasil dikirim ke New York dia bisa dijatuhi hukuman seumur hidup.

Karena Meng ditangkap di Bandara Vancouver (Desember 2018) maka pengadilan Kanada yang menyidangkan Meng lebih dulu: layak diekstradisi ke Amerika atau tidak.

Sidang pengadilan itu berlangsung seru. Dan lama. Lebih dua tahun. Sebulan lalu proses pengadilan itu selesai. Tinggal menunggu hakim menjatuhkan putusan: sebulan lagi –kalau tidak ditunda.

Ketika hakim lagi menyusun naskah putusan itulah terjadi ”Perjanjian Penundaan Penuntutan”. Atau jangan-jangan hakim juga bukan lagi menyusun naskah putusan –daripada kerja sia-sia.

Maka begitu perjanjian itu ditandatangani, Meng pergi ke Pengadilan Tinggi Vancouver. Jumat siang lalu. Untuk menyerahkan perjanjian tersebut. Agar pengadilan bisa membuat keputusan berdasarkan perjanjian itu.

Saya membayangkan Meng –dan tim pengacaranyi– buru-buru harus meninggalkan rumahnyi. Menuju pengadilan. Masih dengan pengawasan ketat. Masih dengan gelang elektronik di kakinyi.

Kalau sampai terlambat Meng tidak bisa pulang Jumat itu. Semua proses di pengadilan itu harus selesai sebelum jam kerja habis. Kalau tidak, hakim tidak bisa lagi bikin putusan. Harus ditunda sampai Senin.

Tapi mungkin semuanya sudah diatur. Ketika Meng ke pengadilan itu pesawat Air China yang menjemputnyi sudah meninggalkan bandara Beijing. Bahkan sudah mendekati benua Amerika. Masak sih mau balik kucing.

Jadi, semua urusan hukum Meng sudah harus selesai sebelum pesawat berbadan lebar itu mendarat di Bandara Vancouver. Itulah pesawat carter milik BUMN di sana yang dikirim oleh pemerintah Tiongkok.

Saya tidak mendapat bocoran siapa saja yang berada di pesawat yang begitu besar. Suami dan anaknyi tinggal di Shenzhen. Musim semi lalu mereka memang menengok Meng ke Vancouver tapi segera pulang kembali ke Shenzhen.

Meng lahir di Shenzhen. Kantor pusat Huawei juga di Shenzhen.

Jumat kemarin memang finalnya. Berarti pembicaraan persetujuan itu sudah dipersiapkan lama. Setidaknya sebulan sebelumnya. Poin-poin perjanjian tentu lebih dulu diperdebatkan kedua belah pihak. Dengan seru. Harus sangat teliti. Jangan sampai ada kalimat yang menjebak.

Di masa akhir pemerintahan Trump sebenarnya juga sudah ada tanda-tanda menuju penyelesaian masalah Meng ini. Waktu itu, menurut bocoran yang diterima media di Kanada, Amerika sudah berniat membebaskan Meng. Asal Meng mau mengaku bersalah.

Pihak Meng tetap tidak mau mengaku bersalah. Apalagi pihak Meng sangat curiga: jangan-jangan setelah mengaku bersalah justru akan dipakai menjeratnyi. Kepribadian Trump yang seperti ”itu” membuat pihak  Meng curiga jangan-jangan akan ada kelicikan di balik kepalanya.

Maka Meng tetap di tahanan. Menunggu Trump digantikan Joe Biden. Tapi era Biden juga perlu lihat kanan-kiri dulu. Terutama harus menunggu pergantian pejabat-pejabat tertentu di Kementerian Kehakiman. Agar orang-orang yang loyal kepada Trump tidak di situ lagi.

Jumat sore lalu semua urusan dengan pengadilan tinggi Vancouver selesai. Pengadilan mengeluarkan surat bebas dari penahanan untuk Meng. Juga mengeluarkan putusan tidak perlu lagi dijaga. Tentu juga putusan tidak harus lagi mengenakan gelang elektronik di kaki.

Ketika meninggalkan gedung pengadilan itu, Meng sudah menjadi manusia bebas –sementara. Kalau toh pulangnyi masih dikawal, mungkin para pengawal itu hanya ingin menjaga keselamatan Meng.

Kelihatannyi Meng memang pulang dulu. Tidak langsung ke bandara. Atau dari pengadilan langsung ke bandara. Pakaiannyi masih sama: hitam (lihat foto). Dan lagi lewat tengah hari, Jumat kemarin itu, pesawat Boeing 777 Air China sudah bisa tinggal landas: langsung menuju bandara Shenzhen, sekitar 14 jam penerbangan.

MENG WANZHOU sesaat setelah turun dari pesawat Air China yang menjemputnya dari Kanada ke Shenzhen, Tiongkok. (Foto: CCTV)

Begitu pesawat tersebut memasuki wilayah udara Tiongkok, dua warga Kanada yang ditahan di Tiongkok dibebaskan. Mereka langsung terbang ke Kanada. Pasti Meng tidak kenal dua orang itu: Michael Kovrig dan Michael Spavor.

Michael Kovrig dulunya diplomat Kanada. Lalu jadi tenaga ahli lembaga tink-tank untuk perdamaian dunia. Ia tinggal di Tiongkok. Fasih berbahasa Mandarin. Hidupnya jauh dari damai sejak Kanada menahan Meng.

Michael Kovrig adalah penyanyi lagu-lagu rock. Saat ia masih muda. Tahun 1998. Di Hongaria, nagara asal ayahnya. Nama band rock-nya kini menjadi terkenal akibat kasus ini: Bankrupt. Apalagi belakangan merilis lagu untuk membela mantan vokalisnya itu.

“Perjanjian Penundaan Penuntutan”.

Berarti suatu saat nanti Meng masih akan dituntut dengan tuduhan yang sama. Dia setuju saja. Tapi tetap tidak mau mengaku bersalah.

Kapan penuntutan yang ditunda itu?

Suka-suka Amerika. Kapan saja. Tapi kalau sampai 14 bulan lagi penuntutan itu tidak juga dilakukan Meng bebas dari tuntutan. Pengadilan tinggi Vancouver akan menggugurkan perkara itu.

Bagaimana kalau sebelum batas waktu 14 bulan itu Amerika ”menghidupkan” tuntutan tersebut?

Saya tidak tahu. Hanya level Kliwon atau Pray. Yang bisa menjawab. (Dahlan Iskan)

 

Komentar Pilihan Disway: Bagi Hasil

 

Disway Reader

Sebagai orang cepu, saya selalu bangga bila blok cepu diberitakan meski sekadar ikut bangga atas nama besar cepu di dunia perminyakan, tidak ikut merasakan nikmatnya minyak.

Kucing Alas

Mas wawan harusnya sadar, sepatutnya membina hubungan dengan bupati seperti istrinya dulu. Ingatlah jurus saya ini pak “biarkan istri mengomel seharian toh serangan fajar yg akan menyelesaikannya” itupun kalau paginya ada air untuk mandi keramas, eh ga ada air “minyak” pun jadi! Lanjut dua ronde, haha

Eko Hariyanto

Wabup: Wakil Bupati Wabub: Wakil Bupati Bojonegoro Jadi tidak ada salah tulis

Mbah Mars

Pd ask y ngmngn ggrn bpt vs wbp bgro ? Sm askny gbahin ttngga. Gk hbs pkr pdhl d sn bpk2. Apk bpk2 sdh brmtmrfss mjd emk? ? Biar pada pusing baca sepusing baca WA kemarin.

Leong Putu

Saat saya pinjam kendaraan dan saat cara berkendara saya ugal-ugalan. Pasti yg punya kendaraan akan menegur saya. Namun, saat kendaraannya saya beli. Bayar lunas. Bahkan overprice. Walaupun saya nyetir ugal ugalan. Sang Pemilik mobil tidak punya kuasa lagi untuk menegur saya. Kenapa Partai Pengusung, sebagai pemilik kendaraan Politik saat Pasangan ini maju menjadi Cakada kelihatannya tidak menegur sang Bubati dan wakilnya ? Apakah dukungan itu sudah dibayar lunas ? Bahkan Overprice ? wa ha ha… maaf ternyata saya tidak berbakat untuk membuat komen serius. bikin sekali, langsung membuat pusing yang baca…. wa ha ha…

Indikator untuk menentukan IPM ini Ilmiah, bukan asumsi. Semisal : Angka harapan Hidup (AAH) didefinisikan sebagai rata2 banyak tahun yang dapat ditempuh seseorang sejak lahir. AHH mencerminkan derajat kesehatan suatu masyarakat… Artinya secara rata2 bayi yang baru lahir tahun 2016 memiliki peluang untuk bertahan hidup sampai dengan 70.90 tahun. ( Sumber BPS) iyeeeesss akhirnya aku cerdas juga… jadi AAH ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Alat kelamin laki2 yang pada usia tertentu, jangankan untuk hidup lebih lama. untuk berdiri saja susaaaah. Dan Kakek Sugiono adalah anomali.

Disway 17088179 Cholis

Wanita sekarang memang sepertinya lebih kuat dari laki2. Entahlah, wanitanya yg menguat atau laki2nya yang melemah

Comunity MD

Bojo ne` Goro, mungkin harus ganti nama kotanya.

Sadewa

Ada yg bilang : Semakin sukses seorang wanita, semakin tidak butuh pria disampingnya. Semakin sukses seorang pria, maka dia akan semakin butuh banyak wanita disampingnya. hehehe….. Pelajaran buat partai politik, agar tidak sering berantem alternatif pilihan pasangan kepala daerah / presiden sbb : BUPATI & WAKIL / PRESIDEN & WAKIL: 1. Pria Sukses & Wanita Biasa (Wanita biasa akan nurut sama pria yg Sukses) 2. Pria Sukses & Pria Sukses (sama-sama dominan, tapi akan banyak wanita yg bantuin) 3. Pria Sukses & Pria Biasanya (Pria biasa akan nurut sama Presiden/Bupatinya) 4. Wanita Sukses & Wanita Biasa (Wanita Sukses akan lebih seneng punya wakil wanita juga yg biasa – biasa saja) Jangan pasangkan : Wanita Sukses dengan Pria (apapun) (mostly gak harmonis) hehehe…..

abdul karim

“Tebakan saya: Disway besok akan mengulas…Meng Wangzhou bebas!” dengan tulisan yg menggambarkan kegirangan. _kalimat terakhir lebay sih_. Oiya tulisan Abah ini, jika tidak salah ada sedikit kesalahan singkatan di beberapa tempat: untuk singkatan kata Wakil Bupati, seharusnya “Wabup” tetapi sering tertulis “Wabub”. Maaf Abah, hanya petite-correction.walau saya bukan Pak Dahlan Iskan.

(Visited 23 times, 1 visits today)

Komentar