Kamis, 30 Juni 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Permintaan Perumahaan Melambat, Properti Tetap Seksi

Oleh Aslan , dalam Ekonomi , pada Jumat, 23 Juni 2017 | 06:00 Tag: ,
  

Hargo.co.id SURABAYA – Bisnis properti di Surabaya diperkirakan tetap tumbuh dengan baik meski permintaan perumahan secara umum melambat.

Optimisme tersebut tak lepas dari semakin banyaknya pendatang yang pindah ke Surabaya.

Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jawa Timur Soepratno menyatakan, sepanjang 2016 terdapat 36 ribu orang yang mengajukan perpindahan ke Surabaya.

’’Kalau sepuluh persen saja berpenghasilan baik, ada 300 orang yang butuh hunian,’’ ujarnya.

Karena besarnya kebutuhan tersebut, pasar properti di Surabaya terus bertumbuh. Khusus apartemen, pasarnya juga masih menjanjikan.

Alasannya, proyek rumah tapak terkendala ketersediaan lahan sehingga penawarannya tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, perubahan Surabaya menjadi kota perdagangan dan jasa meningkatkan kebutuhan terhadap apartemen.

Harga rumah tapak yang naik membuat kebutuhan bergeser ke apartemen sebagai investasi jangka panjang.

’Meski begitu, rumah tapak masih memiliki nilai lebih karena masyarakat bisa lebih bersosialisasi dengan tetangga dibandingkan tinggal di apartemen,’’ ungkapnya.

Soepratno memprediksi penyediaan perumahan tapak di Surabaya bergeser ke daerah penyangga seperti Sidoarjo dan Gresik.

Adapun rumah murah diyakini akan bergeser ke Bangkalan.

’’Jarak tempuh Bangkalan ke Surabaya sekitar sepuluh menit melalui Jembatan Suramadu. Tanahnya pun masih luas sehingga memungkinkan untuk pengembangan rumah bersubsidi,’’ paparnya. (hg/car/c15/noe)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar