Selasa, 27 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pernah Ketindisan? Ini Penjelasanya

Oleh Fajriansyach , dalam LifeStyle , pada Sabtu, 16 April 2016 | 15:43 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id SURABAYA – Mayoritas masyarakat pernah mengalami ditindih hantu atau dalam bahasa Jawa dibilang tindihan. Padahal secara ilmiah itu disebut sleep paralysis.

Empat hari lalu Wara Hendarti, 72, merasa tidak bisa bergerak saat tidur. Dia merasa ada sesuatu yang menindihnya. Mau minta tolong pun mulut tidak bisa berkata-kata. ”Setelah disentuh suami, saya baru bisa bergerak,” cerita Wara. Beberapa saat setelah itu, kejadian tersebut berulang.

BACA  Ini 4 Perawatan Kecantikan yang Harus Dihindari Selama Pandemi

Hal tersebut tidak kali pertama dialami perempuan yang lahir pada 24 Januari 1944 tersebut. Kejadian tidak bisa bergerak waktu tidur sudah dialaminya secara berulang sejak muda. Setiap Wara tidur, harus ada yang menemani. ”Kalau tidak bangun-bangun itu sempat takut, jangan-jangan mau mati,” tuturnya.

BACA  Ini 4 Tips Diet untuk Pekerja Kantoran

Di keluarganya, Wara bukan yang pertama mengalami tindihan. Ayah dan adiknya pun sering mengalami tindihan.

Hal yang sama sering dialami Andi Rahman, 23. Dia malah sampai hafal kapan mau tindihan. ”Kalau telinga berdenging, itu pasti mau tindihan,” kata Andi.

BACA  Jangan Anggap Enteng, Ini 4 Manfaat Konsumsi Mangga Muda

Ngerinya, setiap tindihan, Andi selalu merasa ada makhluk mengerikan yang menekan tubuhnya. Lantaran seringnya mengalami hal itu, setiap tidur Andi mengapit sapu yang dihadapkan ke atas. ”Biar makhluk halusnya tidak bisa menindih saya,” imbuhnya. Andi mengungkapkan, ketika mengalami kecemasan atau sedang banyak pikiran, dirinya pasti mengalami tindihan.

Laman: 1 2 3


Komentar