Senin, 30 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pernah Ketindisan? Ini Penjelasanya

Oleh Fajriansyach , dalam LifeStyle , pada Sabtu, 16 April 2016 | 15:43 WITA Tag: ,
  


Narkolepsi disebabkan kelainan genetis. Jika orang tua mengalami narkolepsi, anaknya juga berisiko mengalami kelainan tersebut. Sleep paralysis akan terjadi berulang-ulang pada penderita narkolepsi. ”Walaupun narkolepsi merupakan kelainan yang diturunkan, sleep paralysis bisa terjadi pada usia dewasa,” ungkapnya.

BACA  7 Manfaat Buah Mengkudu untuk Kesehatan

Mereka yang tidak punya kelainan narkolepsi pun mengalami sleep paralysis. Biasanya hal tersebut terjadi pada orang yang cemas, kebanyakan kafein, atau jam tidurnya kacau. ”Bisa juga terjadi pada mereka yang dibangunkan dengan kasar,” jelas Wardah. Sama dengan penderita narkolepsi, sleep paralysis pada mereka yang normal terjadi saat fase tidur REM.

BACA  Ini 6 Efek Samping Konsumsi Semangka Berlebihan

Biasanya mereka yang mengalami sleep paralysis akan mengalami halusinasi. Misalnya, adanya makhluk menyeramkan. Menurut Wardah, halusinasi itu merupakan bagian dari mimpi. ”Kalau sedang tindihan, harus dibangunkan dengan pelan,” tuturnya.

BACA  Ini 5 Manfaat Telur Ayam Kampung yang Tak Terduga

Walaupun termasuk gangguan tidur, penderita sleep paralysis jarang pergi ke dokter. Psikiater National Hospital dr Aimee Nugroho SpKJ menambahkan, orang dengan gangguan tidur tindihansebaiknya segera mendapat penanganan. Sebab, sleep paralysis sering dipicu kecemasan.(lyn/nir/c5/dos)

Laman: 1 2 3


Komentar