Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pernikahan di Bongomeme Ini Lucu Banget, Belum Sempat Ijab Kabul Mempelai Pria Dijemput Polisi

Oleh Berita Hargo , dalam Features Gorontalo Headline , pada Minggu, 2 April 2017 | 23:18 WITA Tag: , ,
  


BONGOMEME, Hargo.co.id –  Mudin Ibrahim(29), Warga Desa Bongomeme, Kecamatan Dungaliyo Kabupaten Gorontalo, sudah lengkap dengan pakain biliu, pakaian adat pernikahan khas Gorontalo, Kamis (30/3) malam. Ia pun sudah duduk di depan penghulu, didampingi keluarga dan dihadapan saksi nikah.

Malam itu, Mudin memang hendak melangsungkan pernikahan, ia mempersunting gadis sekampung denganya, sebut saja Mawar yang masih berusia 15 tahun.

Namun, baru saja hendak memulai ijab kabul, rumah sederhana yang menjadi tempat acara nikah itu tiba-tiba di datangani Polisi. Mudin ternyata sudah dicari-cari polisi. Akibatnya suasana acara nikah berubah.

Mudin yang belum sempat mengucap ijab kabul langsung digelandang polisi. Pernikahan itu pun batal. Menariknya, Mudin ditangkap polisi karena laporan dari orang tua Mawar sendiri. Informasi yang diperoleh Gorontalo Post menyebutkan, Mudin dipolisikan beberapa waktu lalu karena diduga telah mencabuli Mawar.

BACA  Berburu Takjil di Jalan Ahmad Yani Kota Gorontalo 

Akibat perbuatanya itu, Mawar yang masih dibawah umur itu kini hamil empat bulan. Tidak cara lain yang dilakukan pihak keluarga Mawar selain mengadu ke Polisi. Apalagi, pihak keluarga mengetahui jika Mudin malah telah melakukan pernikahan dengan perempuan lain di Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo pada Senin (27/3) lalu.

[Baca: Lolos dari Gerbang Panti, Anak Yatim Ini Laporkan Perbuatan Keji Pimpinan Panti]

[baca: Astaga, Pimpinan Panti Diduga Cabuli 6 Anak Asuh]

Barulah setelah laporan masuk ke Polsek Tibawa, Kabupaten Gorontalo, musyawarah keluarga bersama Mudin terjalin. Mudin akhirnya bersedia menikahi Mawar yang masih duduk di kelas 3 SMP itu. Jadwal pernikahan pun telah ditetapkan, yakni Kamis (30/3).

BACA  Bahas Pajak Rokok Daerah, Idris Rahim Hadiri Dialog Publik dengan Kemenkes

Hajatan sederhana dilakukan untuk acara nikah tersebut. Namun ternyata, laporan orang tua Mawar di Polsek Tibawa tidak cabut. Polisi sendiri telah menetapkan Mudin sebagai daftar pencarian orang (DPO), pasalnya sudah dua kali dilayangkan panggilan, pria yang keseharianya sebagai sopir taksi Gorontalo – Manado itu tidak memenuhinya.

Barulah pada Kamis (30/3), polisi mengetahui jika Mudin akan melangsungkan pernikahan di Desa Bongomeme. Begitu terkejutnya dia setelah mengetahui acara nikahnya itu telah dihadiri sejumlah anggota Polisi yang hendak menangkapnya.

BACA  Gubernur Berharap Pasar Murah Dapat Membantu Warga Selama Ramadan

Pernikahan pun batal. Polisi menjemput sang mempelai pria dan dibawa ke kantor Polisi. Memang dalam kasus ini, Mudin berniat untuk bertanggungjawab tentang apa yang ia lakukan terhadap Mawar yang kini telah mengandung.

Namun pernikahan itu tetap tidak bisa dilakukan, karena perempuan yang hendak dinikahi Mudin adalah anak dibawah umur. Pihak kepolisan langsung memberikan arahan kepada keluarga Mawar maupun keluarga Mudin atas pernikahan yang terlarang itu. (baca halaman berikut)

Laman: 1 2


Komentar