Kamis, 13 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pernikahannya Batal Karena Calon Suami Dipenjara, Gadis Ini Tetap Merawat Calon Bayi yang Dikandungnya

Oleh Berita Hargo , dalam Features Headline Metropolis , pada Kamis, 6 April 2017 | 22:58 WITA Tag: ,
  


BONGOMEME, hargo.co.id – Mawar masih mengurung diri di rumahnya, kondisi perutnya yang mulai membuncit karena sedang mengandung membuatnya ogah keluar rumah, apalagi ke sekolah. Kendati begitu, siswa kelas III SMP ini mengaku sangat ingin melanjutkan sekolah.

Kabar baik ia terima dari pihak sekolah, sebab kendati dengan keadaan yang ia alami saat ini, pihak sekolah tetap mengizinkanya untuk ikut ujian nasional yang tidak lama lagi digelar.

Nama Mawar memang telah tercatat sebagai peserta ujian nasional tingkap SMP. Kendati sudah berbadan dua, namun Mawar ternyata belum ingin menikah. Ia sepertinya menerima dibatalkanya pernikahanya bersama IM alias Mudin.

BACA  Nelson Pomalingo Masuk Nominasi 100 Tokoh Peduli Lingkungan Versi Majalah Tempo

“Saya bulum mau mo kawin, masih banyak cita-cita yang saya ingin raih untuk membanggakan orang tua,” katanya saat diwawancarai Gorontalo Post.

Ditempat yang sama, orang tua Mawar HI (46) tetap kokoh tidak ingin menarik laporan di Polsek. HI mengatakan, proses hukum harus terus dilanjutkan. Ia mengaku tidak tega dengan kondisi anaknya yang masih dibawah umur lalu dihamilkan.

IH sendiri tidak akan menggugurkan anak yang ada didalam kandungan putrinya itu. Ia mengatakan, akan merawat dan membesarkan anak Mudin dan Mawar. Sementara Mawar tetap akan dilanjutkan sekolahnya. Ia ingin Mawar menjadi kebangaan keluarga.

BACA  Pasar Senggol Dilarang, Legislator Menara MeradangĀ 

“Rencananya setelah dia (Mawar, red) melahirkan, kami akan tetap melanjutkan sekolahnya, dan anaknya nanti kami yang akan merawatnya,” ujar IH.

Sementara itu, kasus pernikahan dini ini memang ditentang Undang-undang, kendati posisi perempuan telah menangndung. Seperti yang dijelaskan Kepala Urusan Agama (KUA) Limboto Haris Latif, Kabupaten Gorontalo. Ia mengatakan, seorang wanita sesuai Undang-undang nomor 1 tahun 1974 baru bisa menikah jika usianya mencapai 16 tahun, dan pria berusia 19. “Kalau belum mencapai usia itu, berarti syaratnya tidak terpenuhi maka tidak bisa dinikahkan,” jelas Ketua KUA Limboto Haris Latif S.Ag.

BACA  Dua Unit Rumah di Kota Gorontalo Hangus Terbakar

Aturan tersebut jelasnya, sudah disesuaikan denngan hukum islam yang ada di Indonesia. Namun bukan berarti tambahnya wanita dibawah usia tersebut tidak bisa menikah, dan tidak bisa dilakukan pencatatan pernikahan.

“Jika memang harus menikah, maka harus melalui sidang di Pengadilan Agama. Dispensasi pengadilan namanya,” tambahnya lagi.

Dimana pihak pria ataupun wanita harus memaparkan alasan yang logis untuk melaksanakan pernikahan. Jika proses sidang tidak dilakukan, maka secara otomatis pernikahan tersebut dianggap tidak sah oleh negara. (tr-55/nat/hargo)


Komentar