Thursday, 29 July 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pertengahan 2021, Capaian PAD Masih di Bawah Target

Oleh Deice Pomalingo , dalam Legislatif , pada Tuesday, 29 June 2021 | 19:05 PM Tags: , , , ,
  Suasana pembahasan antara Banggar dan sejumlah OPD yang dianggap tak maksimal dalam peningkatan PAD. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo yang tergabung dalam Badan Anggaran (Banggar), meminta kepada organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan inovasi. Ini terkait dengan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih di bawah target. 

Ini terungkap ketika Banggar melakukan pembahasan dengan sejumlah OPD terkait dengan capaian PAD, Senin (28/06/2021) malam. Menurut Pelapor Banggar, Ali Polapa, sesuai hasil kesepakatan pembahasan, Banggar mengkaji capaian PAD, karena PAD yang ada saat ini, masih di bawah target.

“Padahal saat ini sudah berapa di pertengahan 2021 namun rata-rata capaian PAD dibawah dari setengah. Rata-rata targetnya Rp 1 miliar, namun capaian targetnya ada yang baru kisaran Rp 200 juta,” ungkap Ali Polapa.

Dikatakan oleh Ali Polapa, saat ini pimpinan OPD terlihat hanya saling menyalahkan dan terlihat tak punya inovasi untuk meningkatkan PAD, tak seperti di daerah-daerah lainnya. 

“Sama seperti saat kami tanyakan soal target PAD, sejumlah pimpinan OPD mengaku jika targetnya terlampau tinggi. Namun setelah meminta tanggapan dari bagian pendapatan daerah, ternyata terungkap jika sebelum menetapkan target, pihak keuangan dalam hal ini bagian pendapatan melakukan rapat dengan OPD-OPD dan meminta persetujuan atas target dimasing-masing OPD dan tak ada satupun OPD yang memberi masukan jika target yang diberikan terlampaui tinggi,” ketus Ali Polapa.

Dijelaskan Ali Polapa, sangat miris memang melihat kondisi keuangan saat ini, dimana target PAD yang diberikan sejak di 2020 tidak tercapai bahkan jauh dari angka capaiannya. Pada 2020, target PAD Rp 7.030.990.057.00 dan capaian hanya Rp 2.501.848.730.00 atau 35.58 persen. 

Sementara untuk target PAD 2021 tetap sama seperti di 2020 yakni sebesar Rp 7.030.990.057.00 dan hingga Juni ini, capaiannya baru sebesar Rp 1.336.933.615.00  atau 19.01 persen. 

“Jangan karena pandemi Covid-19 OPD harus diam di tempat. Harus punya inovasi untuk melakukan satu program yang meningkatkan PAD,” tegas Ali Polapa. 

Selain Ali Polapa, Anggota Banggar lainnya seperti Iskandar Mangopa pun kesal dan dengan kondisi daerah saat ini. Saat pandemi masih terjadi dan OPD tak punya inovasi meningkatkan PAD. Malah memberikan nilai PAD kepada daerah lain melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan bukan di wilayah Kabupaten Gorontalo. 

“Sebut saja, sejumlah kegiatan pemerintah daerah dilakukan di Manado Sulawesi Utara dan juga sejumlah hotel di Kota Gorontalo yang notabenenya justru menjadi pemasukan untuk wilayah Manado dan Kota Gorontalo,” kata Iskandar Mongopa.

Dirinya menambahkan, dari rapat pembahasan tersebut, bisa dipastikan DPRD akan melahirkan sejumlah rekomendasi untuk sejumlah OPD yang dinilai tak kreatif dan berinovasi. 

“Kami harapkan kedepan semua OPD bisa lebih kreatif lagi, atau perlu dipertanyakan jika seorang pimpinan OPD sudah tak punya inovasi dan kreativitas perlu dilakukan evaluasi,” tandas Iskandar. (wie/adv/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar