Sabtu, 28 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pertumbuhan Ekonomi 2018 Ditarget 5,4 Persen

Oleh Fajriansyach , dalam Ekonomi , pada Selasa, 12 September 2017 | 12:41 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, selain konsumsi rumah tangga, investasi menjadi salah satu motor pendorong pertumbuhan pada tahun depan. ’’Di mana-mana kita akan katakan semua negara yang tumbuh lebih dari 5 persen itu faktor penggeraknya di luar kepercayaan konsumen adalah investasi.

Jadi, PMA (penanaman modal asing) dan PMDN (penanaman modal dalam negeri) harus tumbuh 10–15 persen,’’ katanya di gedung DPR, Jakarta, kemarin (11/9).

’’Kami sadari mungkin dari asumsi makro ada pandangan bahwa diperlukan kerja sangat keras untuk bisa mencapai asumsi yang menjadi landasan 2018. Memang, butuh kebijakan serta tindakan pemerintah pusat dan pemda untuk perbaiki iklim investasi,’’ tuturnya.

Selain itu, lanjut Sri Mulyani, pihaknya siap memberikan insentif perpajakan untuk meningkatkan kepercayaan investor dalam menanamkan modal di Indonesia. ’’Yang dilakukan pemerintah melalui paket kebijakan adalah mempermudah prosedur perizinan. Bahkan, kita siap menggunakan insentif fiskal perpajakan,’’ ujar dia.

Sri Mulyani menuturkan, konsumsi dijaga di angka 5 persen pada tahun depan, tepatnya di angka 5,1 persen. Pihaknya optimistis konsumsi bisa menguat tahun depan selama tidak ada kenaikan administered prices atau harga-harga yang diatur pemerintah. ’’Kalau dari sisi harga administered tidak akan berubah, daya beli akan sembuh atau pulih kembali,’’ jelasnya.

BACA  RKB BRI Siap Kembangkan Inovasi UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

Namun, ada beberapa tantangan terkait dengan target investasi dan konsumsi rumah tangga tersebut. Sri Mulyani menegaskan, untuk mendukung dua aspek pertumbuhan itu, suku bunga kredit harus turun.

Dengan perbaikan di sisi suku bunga, kredit investasi diharapkan tumbuh lebih tinggi dari 11–13 persen pada tahun ini menjadi 13–15 persen. ’’Ini memang cukup ambisius. Namun, kalau pada 2017 mereka bisa memperbaiki neraca perbankan dan peminjamnya, kita tetap berharap kredit bisa tumbuh,’’ ujarnya.
Dia mengungkapkan, penurunan suku bunga bakal memengaruhi pertumbuhan kredit dan menciptakan daya beli yang lebih kuat. Kesempatan kerja pun bisa muncul.

BACA  Ini 6 Saran Ekonom ke Pemerintah Agar RI Keluar dari Jurang Resesi

Meski hampir seluruh fraksi menyatakan kesepakatannya, Fraksi Partai Gerindra tetap memberikan warning. ’’Kalau pemerintah tetap yakin pertumbuhannya 5,4 persen, ya kami persilakan. Tapi, kami Gerindra sudah sampaikan warning-nya. Kalau target pertumbuhan ekonomi tidak tercapai, kami sudah ingatkan,’’ tegas legislator dari Fraksi Partai Gerindra Kardaya Warnika. (Hg)

(ken/c14/sof)


Komentar