Kamis, 22 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Perusahaan Nasional Tertarik Produksi Jagung Asal Gorontalo

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Selasa, 30 Maret 2021 | 16:05 WITA Tag: , ,
  Wagub Gorontalo H. Idris Rahim (kiri), menerima audiensi pemilik perusahaan nasional yang akan membeli jagung Gorontalo di rumah jabatan Wagub, Senin (29/03/2021). (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Meski ditengah pandemi Covid-19 khususnya pada tahun 2020, Provinsi Gorontalo bisa mengekspor jagung ke Filipina sebanyak 30.400 ton dengan nilai ekspor sebesar 125,5 miliar. Hal tersebut dianggap produksi jagung Gorontalo dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.

Selain produksinya yang terus meningkat, ternyata jagung Gorontalo juga memiliki kualitas yang sangat baik. Hal itu diakui pemilik PT. Nihon Nusantara, Nurida, saat melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim di rumah jabatan Wagub, Senin (29/3/2021).

BACA  Lansia dan Disabilitas di Gorontalo Terima Sembako dari Ketua TP PKK

“Kami mau membeli jagung Gorontalo karena kualitasnya bagus, dan alhamdulillah pak Wagub sangat mendukungnya,” ucap Nurida saat diwawancarai usai audiens tersebut.

Nurida menuturkan, ketertarikan perusahaan yang berkedudukan di Jakarta ini untuk membeli jagung Gorontalo karena sistem pengeringan yang sudah memanfaatkan teknologi. Menurutnya, dengan sistem pengeringan yang tidak bergantung lagi pada sinar matahari, kadar air jagung akan lebih merata dan kualitasnya pun semakin baik.

BACA  Agung Sugiarto: Pelatihan Jurnalistik Dan Fotografi Penting di Era Digital 4.0

“Pada tahap awal ini permintaan kami minimal 1.000 ton, tetapi bisa lebih banyak tergantung persediaan yang ada di Gorontalo,” imbuhnya.

Pada audiensi itu Wagub Idris Rahim mengungkapkan komitmen Pemprov Gorontalo untuk terus meningkatkan produksi dan produktivitas jagung. Idris mengungkapkan, produksi jagung Gorontalo pada tahun 2020 berhasil mencapai 1,8 juta ton, meningkat dari produksi tahun sebelumnya sebesar 1,5 juta ton. Pemprov Gorontalo menargetkan produksi tersebut akan meningkat menjadi 2 juta ton pada tahun 2021.

BACA  Idris Rahim Sebut Penyuluh dan Kader BKKBN Ujung Tombak Penurunan Stunting

“Dengan produksi yang semakin meningkat dan dibarengi dengan permintaan terhadap jagung Gorontalo juga semakin banyak, tentunya ini akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan petani,” pungkas Idris.(zul/adv/hargo)


Komentar