Minggu, 12 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pesan Tommy Sugiarto Untuk Para Pebulutangkis Indonesia

Oleh Fajriansyach , dalam Sportivo , pada Senin, 13 Februari 2017 | 11:06 WITA Tag: , , , ,
  


Hargo.co.id – Tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto, berhasil membawa satu-satunya gelar ke tanah air dari ajang Thailand Masters Grand Prix Gold 2017. Dari ajang itu, Tommy pun memiliki pesan untuk para pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, agar mulai mewaspadai Thailand.

Tommy menjadi juara usai pada laga final di Nimibutr Stadium, menekuk Kanthapon Wangcharoen (Thailand), dalam dua set langsung, 21-17, 21-11. Ini adalah gelar pertama yang diraih Tommy pada 2017.

Tommy bermain dengan permainan terbaiknya di laga final. Wangcharoen, pemain muda yang belakangan grafik penampilannya menanjak, bahkan tak mampu berbuat banyak hingga menyerah dua set langsung. Di set kedua, Wangcharoen seolah tak mampu melawan tekanan demi tekanan yang dilancarkan Tommy.

Ditambah lagi, serangan-serangan Wangcharoen yang menjadi andalan utamanya, seringkali gagal menembus pertahanan Tommy yang kokoh.

“Di awal set pertama saya adaptasi dulu karena ini adalah pertemuan pertama dengan lawan. Penampilan lawan cukup bagus di awal permainan dan ini meyulitkan saya, tetapi saya berusaha tetap tenang, di final siapa pun punya peluang untuk juara,” kata Tommy usai pertandingan.

“Di set kedua saya merasa dia tidak percaya diri lagi seperti di game pertama, makanya angkanya jauh sekali. Kontrol bola saya juga lebih baik hari ini. Permainan lawan lebih menyerang, waktu serangannya tidak tembus-tembus, dia banyak unforced errors. Di sini saya dibantu faktor menang pengalaman. Meskipun dia tuan rumah, tetapi waktu ketinggalan dia merasa tidak nyaman juga, ini menguntungkan buat saya,” beber Tommy.

Tommy juga mendapat pelajaran berharga dari Thailand. Dia mengingatkan kepada para pebulu tangkis Indonesia bahwa Thailand kini harus diwaspadai, mengingat banyak pemain-pemain muda berpotensi yang mulai unjuk gigi. Kantaphon merupakan pemain yang masih berusia 18 tahun mulai masuk ke turnamen kelas senior.

“Sekarang tunggal putra Thailand harus diwaspadai. Kanthapon pemain muda baru lulus dari kelas junior langsung bisa ke final turnamen grand prix gold,” ucap Tommy.

Kejuaraan All England 2017 menjadi turnamen selanjutnya yang bakal diikuti Tommy. Namun nama Tommy juga masuk dalam daftar pemain di ajang Djarum Superliga Badminton 2017 yang akan dilangsungkan dua pekan mendatang di Surabaya. “Target saya sih mau main senyaman mungkin dan meningkatkan rangking, supaya bisa masuk Top 10 lagi,” sambung Tommy.

Hasil lengkap final Thailand Masters 2017:

Ganda Putri

Chen Qingchen/Jia Yifan (1/CHN) vs Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai (2/THA) 21-16, 21-15

Ganda Putra

Huang Kaixiang/Wang Yilyu (6/CHN) vs Lu Ching Yao/Yang Po Han (TPE) 21-19, 21-23, 21-16

Tunggal Putri

Busanan Ongbumrungphan (1/THA) vs Aya Ohori (4/JPN) 21-18, 21-16

Tunggal  Putra

Tommy Sugiarto (3/INA) vs Kantaphon Wangcharoen (THA) 21-17, 21-11

Ganda Campuran

Zhang Nan/Li Yinhui (5/CHN) vs Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (2/THA) 21-11, 20-22, 21-13

(ira/JPG/hg)


Komentar