Monday, 27 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Peserta Seleksi Calon ASN dan PPPK Wajib Kantongi Hasil Swab PCR

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Thursday, 26 August 2021 | 20:05 PM Tags: , ,
  Kepala BKPP Gorontalo Utara, Tahir Datau.

Hargo.co.id,  GORONTALO – Para peserta yang telah dinyatakan lulus dari seleksi administrasi pada penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) maupun seleksi untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) 2021 diharapkan untuk dapat memperhatikan hal-hal yang dibutuhkan dalam proses pelaksanaan ujian nantinya yang rencananya akan dilaksanakan pada 14 September 2021 mendatang.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Tahir Datau menghimbau untuk dapat menjaga  kesehatan sampai pada pelaksanaan ujian nantinya. Pasalnya yang menjadi salah satu hal yang wajib dipenuhi untuk masuk kedalam ruang ujian yakni peserta harus membawa hasil Swab Polymerase Chain Reaction (PCR) atau Rapid Test Antigen.

“Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta untuk mengikuti ujian nantinya yakni harus menunjukan hasil Swab PCR yang berlaku 1×24 jam dengan hasil negatif dan untuk Rapid Test Antigen yang masa berlakunya 1 X 24 jam dengan hasil non reaktif,” terang Tahir.

Terhadap peserta ujian yang memiliki hasil reaktif dan positif kata Tahir itu harus melapor ke pihak panitia melalui helpdesk Calon ASN Gorontalo Utara. 

“Untuk selanjutnya pihak panitia yang nantinya akan memproses selanjutnya, apakah nanti akan disesuaikan kembali jadwal pelaksanaan ujian atau bagaimana. Namun peserta yang hasil swab maupun rapid positif atau reaktif tidak secara otomatis gugur,” jelasnya.

Disisi lain, pihak panitia nantinya akan mencoba berkomunikasi dengan pimpinan daerah atau pihak terkait lainnya soal pelaksanaan swab dan juga rapid kata Tahir. Pasalnya peserta ujian jumlahnya ribuan dan mungkin fasilitas atau tempat yang melakukan swab atau rapid terbatas. 

“Tidak hanya kabupaten Gorut saja, namun juga ada kabupaten lain dan juga instansi vertikal lainnya yang melaksanakan ujian yang juga memberlakukan hal yang sama, sehingga ditakutkan nanti akan berebut untuk melakukan swab atau rapid,” tandasnya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 122 times, 1 visits today)

Komentar