Jumat, 16 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Petaka Saat Pagi Buta, Satu Keluarga Meregang Nyawa di Kamar Mandi

Oleh Aslan , dalam Headline Kabar Nusantara News , pada Selasa, 9 Mei 2017 | 10:00 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id – Kebakaran hebat membuat panik warga Jalan Cipinang Pulo, RT 11, RW 12, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (8/5). Empat rumah hangus dilalap si jago merah. Tak hanya itu empat orang ditemukan tewas dalam peristiwa tersebut. Yang bikin miris, empat orang itu adalah satu keluarga yang tewas terbakar di dalam kamar mandi.

Mereka bernama Siti Maryam, 55; Muhammad Nedi, 57; Nadia Anisa, 17; dan Muhammad Aziz, 10.

Peristiwa tersebut terjadi pukul 03.50. Korsleting listrik diduga terjadi di lantai dua kediaman Muham­mad Nedi. Percikan api itu menyambar meterial bangunan di lokasi tersebut. Embusan angin kencang serta banyaknya bahan material bangunan yang mudah terbakar membuat kobaran api semakin besar.

“Ketika itu, saya berada di dalam rumah. Saya tahu ada kebakaran dari asap yang masuk ke rumah,” jelas Muhammad Tuni, salah seorang korban kebakaran, di lokasi kejadian kemarin. Dia langsung bergegas melihat kebakaran.

BACA  Pemerintah Resmi Tetapkan Mudik Lebaran 2021 Ditiadakan

Dia kaget karena api sudah besar dan menghanguskan rumah kakaknya, Muhammad Nedi. Kobaran api perlahan menyambar ke bangunan lain. Ketegangan pun muncul. Dia bergegas kembali masuk ke rumah untuk menyelamatkan anggota keluarganya.

“Anak sama istri saya bangunkan dan saya bopong ke luar rumah. Mereka saya evakuasi ke depan jalan,” kata pria 56 tahun tersebut. Setelah berhasil menyelamatkan anggota keluarganya, dia kembali ke lokasi kebakaran. Tujuannya, menyelamatkan Nedi berserta keluarga. Sebab, saat kebakaran itu berlangsung, batang hidung mereka sama sekali tidak terlihat. Dia khawatir mereka tidak bisa keluar karena terjebak api.

Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak berjalan lancar. Puluhan warga menahannya masuk ke rumah itu. Sebab, bangunan lantai dua kediaman Nedi telah ambruk dan rata dengan tanah.

BACA  Nelson Pomalingo Izinkan Pasar Senggol, Ini Syaratnya 

Suasana di lokasi semakin tegang. Kobaran api kian besar dan menjalar ke jalan sekitar sejauh 10 meter. Satu per satu rumah yang berada di lokasi tersebut ludes terbakar. Kondisi itu membuat warga setempat panik. Bersama warga lain, Tuni memutuskan menjauh dari lokasi kejadian. Sementara itu, Nedi beserta tiga anggota keluarganya diduga masih terjebak ke­bakaran dan tak bisa melarikan diri.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pada pukul 04.00, petugas kebakaran tiba di lokasi kebakaran itu. Sebelas mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Penyemprotan terus-menerus dari segala arah dilakukan petugas. Permukiman padat serta akses jalan yang sempit membuat pemadaman berjalan alot.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat para petugas putus asa. Pemadaman terus dilakukan. Kerja keras itu menuai hasil. Setelah berjibaku selama sejam, petugas berhasil memadamkan api. Kemudian, dilakukan pendinginan.”Setelah padam, kami langsung mencari empat korban yang terjebak di dalam,” ungkap pria dengan tiga melati di pundak tersebut.

BACA  Vaksinasi dan Tes Swab Bisa Membatalkan Puasa?

Dari hasil pemeriksaan, kebakaran sementara diduga disebabkan korsleting listrik di lantai dua kediaman Nedi. Nedi bersama tiga anggota keluarganya tewas terbakar. Jasad mereka ditemukan di dalam kamar mandi. Andry menduga ketika peristiwa terjadi seluruh korban panik dan tidak bisa keluar karena terjebak api.

“Mereka masuk ke kamar mandi, bermaksud agar tidak terbakar. Sebab, di ruangan tersebut, pasti terdapat banyak air,” ucapnya. Namun, tentu saja air di kamar mandi tak bisa melawan si jago merah yang sudah membesar. Keempatnya pun tewas terpanggang di kamar mandi mereka sendiri. (hg/ian/c23/ano)


Komentar